Julian Assange, Si Pemilik Situs WikiLeaks Yang Membocorkan Dokumen Rahasia Pentagon

Jumat, 30/07/2010 07:01 WIB | Arsip | Cetak

Pendiri situs WikiLeaks, Julian Assange, yang saat ini berada di London, mengatakan ia akan ditangkap jika ia kembali ke Amerika Serikat.

"Saya telah disarankan oleh pengacara saya dan oleh para wartawan senior keamanan nasional AS untuk tidak masuk ke Amerika Serikat sehubungan kebocoran (dokumen, red) yang kami lakukan," katanya pada hari Kamis (29/7) kemarin.

Assange, yang memang mengkhususkan situsnya mengekspos pembantaian warga sipil oleh Amerika Serikat, juga menceritakan hubungan media Barat dan pemerintahannya. Menurut Assange, media mainstream menjaga hubungan yang erat dengan kepemimpinan Barat. Hal ini akan mencegah media mengungkapkan kesalahan yang dilakukan oleh otoritas.

Pada bulan April, situs WikiLeaks memposting sebuah video berisi serangan helikopter AS di Baghdad pada tahun 2007 yang menewaskan 12 orang langsung, termasuk dua pegawai kantor berita Reuters.

"Si pilot tampkanya berpikir bahwa itu benar-benar sebuah videogame. Mereka mendapat kesenangan dengan mendapatkan skor tinggi... Dan itu juga merupakan sumber atau kebanggaan kepada mereka. Jadi mereka membual tentang kekuatan-kekuatan mereka...'Hey, kita menembak 12-15 orang! Kamu pergi ke sana deh, dan temukan 12-15 mayat," ujar Assange.

Pada awal bulan ini, WikiLeaks juga merilis laporan 91.000 file yang berisi informasi sangat rahasia mengenai perang Amerika di Afghanistan. Dokumen itu termasuk laporan bagaimana pasukan koalisi telah tewas atau terluka dalam serangan penduduk sipil Afghanistan.

Assange menyebutkan bahwa operasi AS di Afghanistan sebagai bencana. "Perang ini telah berlangsung selama sembilan tahun terakhir, dan kita bisa melihat enam tahun terakhir, kekerasan telah meningkat. Perang ini menjadi tempat yang buruk."

Assange mengatakan, "Kami memiliki banyak pendukung, termasuk dalam militer AS sendiri ... Mereka tahu bahwa kami hanya mengejar orang-orang jahat dan kami tidak ingin mengekspos operasi intelijen yang bertujuan baik (sa/presstv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang