Jumat Berdarah di Pakistan, Belasan Orang Tewas
Hari Jumat seharusnya menjadi hari yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Tapi tidak bagi warga kota Peshawar Pakistan. Hari ini menjadi hari yang menegangkan dan kedukaan bagi para keluarga korban dua ledakan bom di kota itu.
Teror bom belum berhenti di Pakistan. Hari ini, dua serangan bom bunuh diri mengguncang dua tempat di North West Frontier Province (NWFP), satu dari empat provinsi di negeri itu.
Ledakan bom pertama terjadi di dekat gedung intelejen nasional Pakistan di kota Peshawar. Ledakan menyebabkan gedung itu rusak berat, 10 orang tewas serta 30 orang luka-luka. Mobil ambulans meraung-raung membawa jenazah para korban tewas dan korban luka ke rumah sakit terdekat.
Aparat keamanan Pakistan langsung mengisolasi lokasi kejadian. Seorang juru bicara militer Pakistan mengatakan bahwa target serangan adalah gedung kantor Inter-Services Intelligence (ISI) yang terdiri dari tiga tingkat.
Suara ledakan terdengar sekitar pukul 06.40 waktu setempat, saat jalan masih sepi kecuali beberapa anak-anak yang sedang menuju ke sekolah. Laporan Al-Jazeera menyebutkan besarnya suara ledakan hampir bisa didengar oleh warga kota Peshawar. Beberapa rumah dan infrastruktur juga mengalami kerusakan akibat ledakan. Diduga masih ada korban lainnya yang tertimpa reruntuhan gedung.
Serangan bom kedua menimpa pos polisi Bakakhel di kota Bannu, masih di wilayah NWFP dekat Waziristan Utara. Menurut kepala polisi setempat, Liaqat Ali Khan, pelakunya melakukan serangan bom bunuh diri dengan menggunakan sebuah mobil. Bom diledakkan saat mobil tersebut mendekat ke pintu gerbang. Ledakan yang cukup dahsyat membuat hampir seluruh bangunan pos polisi hancur.
"Ini adalah suara ledakan yang paling besar yang pernah saya dengar," kata seorang saksi mata bernama Ali menggambarkan dahsyatnya ledakan.
Dua serangan bom bunuh diri yang menewaskan puluhan orang itu menambah daftar panjang korban aksi-aksi kekerasan yang terus meningkat di Pakistan, sejak pemerintahan negara itu menggelar operasi militer ke Waziristan Selatan untuk memberangus gerakan Taliban, sejak pertengahan bulan Oktober kemarin. (ln/aljz)
Dunia Islam Sebelumnya
(Arsip Dunia Islam)
5 Terpopuler
- Pelatih Sepak Bola Mesir: Saya Lebih Baik Mati Kelaparan Daripada Melatih Israel!
- Tak Ada Penghormatan Untuk Saddam Hussein Di Negara Arab
- Saudi dan Suriah Rebutan Anak Perempuan Bin Ladin
- Antara Khilafah dan Khalifah
- Juragan-Juragan Arab Berinvestasi di Hollywood
- Gaji Saya Kecil, Pak!
- Hukum Nonton Film Porno






