Jundullah Klaim Sebagai Pelaku Serangan Bom di Masjid Iran

Kelompok militan Jundullah mengaku meledakkan dua bom di luar sebuah masjid di kota Zahidan, sebelah tenggara Iran sebagai balas dendam atas hukuman mati yang dijatuhkan pemerintah Iran terhadap sejumlah pimpinan Jundullah.
Pegakuan itu disampaikan kelompok Jundullah dalam email yang dikirim ke stasiun televisi Al-Arabiya. Dalam email tersebut, Jundullah mengancam akan melakukan lebih banyak lagi aksi-aksi serangan ke wilayah Iran.
Dua ledakan yang terjadi di luar sebuah masjid di Kota Zahedan--kota yang didominasi muslim Sunni--Provinsi Sistan Baluchestan, Kamis (15/7), menewaskan 21 orang termasuk diantaranya sejumlah anggota pasukan Garda Revolusi Iran.
"Beberapa jam yang lalu, terjadi serangan bom bunuh diri di Masjid Jamia yang menyebabkan sejumlah orang tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka. Sementara ledakan pertama terjadi di belakang sebuah pos keamanan, yang menewaskan dan melukai sejumlah anggota pasukan Garda Revolus," kata Deputi Menteri Dalam Negeri Iran, Ali Abdullahi pada Fars News.
Serangan bom itu terjadi pada saat masyarakat Iran sedang merayakan peringatan hari kelahiran Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad Saw. Anggota parlemen dari Zahidan, Hussein Ali Shahriari mengungkapkan, salah seorang pelaku bom bunuh diri menyamar dengan menggunakan baju perempuan.
"Pelaku yang mengenakan pakaian perempuan mencoba masuk ke masjid tapi berhasil dicegah. Ketika orang-orang sedang sibuk menolong para korban ledakan pertama, ledakan kedua terjadi," kata Shahriari.
Jundullah yang mengklaim memperjuangkan hak-hak kaum minoritas Baluch menuding pemerintah Iran telah membunuh para pemimpin mereka. Bulan Juni kemarin, pemerintah Iran menghukum gantung Abdulhamid Rigi, salah satu pemimpin Jundullah di Zahidan karena dianggap terbukti melakukan berbagai aksi serangan yang menewaskan warga sipil, melakukan perampokan bersenjata dan melakukan propaganda anti-Iran. Pada bulan Mei, adik Abdulhamid juga dieksekusi setelah tertangkap di Pakistan pada tahun 2008 dan diekstradisi ke Iran.
Pemerintah AS, yang selama ini bersikap anti-Iran, ikut mengutuk serangan bom di sebuah masjid di Iran itu dan menyerukan agar pelakunya diadili. Padahal, Jundullah, ditengarai sebagai kelompok militan bentukan AS yang tugasnya memang melakukan berbagai aksi kekerasan untuk mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Iran. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Geert Wilders Akan Luncurkan Gerakan Internasional Anti-Islam
Jumat, 16/07/2010 12:46 WIB - Dokumen Rahasia Buktikan Kejahatan Pemerintahan Tony Blair Pasca 9/11
Jumat, 16/07/2010 12:45 WIB - Libanon Kembali Menangkap Dua Pekerja Mata-Mata Israel
Jumat, 16/07/2010 12:44 WIB - "Virus Israel" Hentikan Pelatihan Militer Tentara Suriah
Jumat, 16/07/2010 10:07 WIB - Talib Hussain Mengaku Jadi Taliban Setelah Tewaskan Tiga Tentara Inggris
Jumat, 16/07/2010 09:44 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




