Kalah Dalam Pertandingan Bola, Mesir Panggil Duta Besarnya di Aljazair
Mesir memanggil duta besarnya dari Aljazair untuk konsultasi pada hari Kamis kemarin (19/11) setelah tim sepak bola Mesir kalah dari lawannya tim sepak bola Aljazair dalam pertandingan playoff untuk berebut tiket menuju piala dunia 2010. Mesir menuduh supporter tim sepak bola Aljazair melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain dan supporter Mesir.
Langkah ini merupakan langkah terbaru yang dilakukan Mesir akibat insiden kekerasan yang terjadi sewaktu pertandingan kedua tim dalam pertandingan kualifikasi piala dunia yang berlangsung hari Sabtu dan Rabu yang lalu.
Media mesir EGYNews disitusnya mengatakan Kairo memanggil duta besarnya setelah terjadi kekerasan terhadap warga Mesir di Aljazair pada pertandingan Rabu lalu, dan Kairo menyalahkan para supporter Aljazair atas tindakan kekerasan yang dialami warga Mesir dan perusahaan-perusahaan Mesir yang berada disana.
Pada awalnya Mesir memenangkan pertandingan hari Sabtu yang lalu dengan skor 2-0 di Kairo, yang akhirnya membawa kedua tim Mesir-Aljazair ke tingkat berikutnya dalam kualifikasi piala dunia untuk grup C Afrika.
Pertandingan playoff akhirnya dilaksanakan pada hari Rabu yang lalu di Khartoum Sudan, yang dipilih oleh Mesir ketika mereka memenangkan seri untuk memilih tempat.
Namun pada pertandingan playoff di Aljazair, tim sepak bola Aljazair akhirnya dapat mengalahkan Mesir dengan skor 1-0 dan mereka berhak untuk maju ke Piala Dunia di Afrika Selatan tahun depan - dan hal ini merupakan penampilan pertama mereka di piala dunia sejak tahun 1986.
Sebelum pertandingan playoff di Sudan, Mesir telah mengeluh terhadap perilaku supporter Aljazair menyerang markas besar perusahaan telekomunikasi Mesir Orascom Telecom yang berada di Aljazair.
Dan Mesir lebih marah lagi ketika otoritas pajak Aljazair memberikan tagihan pajak yang sangat besar kepada perusahaan telekomunikasi Mesir yang berada di Aljazair tersebut dengan nilai 596,6 juta dollar.
Sebelum itu, Aljazair juga dibuat "marah" oleh para supporter Mesir, ketika tim sepak bola Aljazair bus nya dilempari batu oleh supporter Mesir dan beberapa pemain serta supporter Aljazair terluka dalam insiden yang berbuntut aksi kekerasan tersebut sewaktu pertandingan hari Sabtu lalu.
Akibat insiden hari Sabtu lalu itu, warga mesir dan perusahaan-perusahaan Mesir yang berada di Aljazair menjadi sasaran kemarahan supporter Aljazair.
Presiden Hosni Mubarak bahkan meminta kepada menteri luar negeri Aljazair, agar Aljazair dapat "memikul tanggung jawabnya untuk melindungi warga negara Mesir dan perusahaan-perusahaan Mesir yang berada di wilayah Aljazair", kata kantor berita Mesir - MENA.
Sungguh ironi, dikala umat Islam harus bersatu dan masjidil Al-Aqsha dalam kondisi "sekarat", justru fanatisme terhadap Bola menyebabkan perselisihan di kedua negara Muslim tersebut.(fq/aby)
Dunia Islam Sebelumnya
(Arsip Dunia Islam)
5 Terpopuler
- Pelatih Sepak Bola Mesir: Saya Lebih Baik Mati Kelaparan Daripada Melatih Israel!
- Tak Ada Penghormatan Untuk Saddam Hussein Di Negara Arab
- Saudi dan Suriah Rebutan Anak Perempuan Bin Ladin
- Antara Khilafah dan Khalifah
- Juragan-Juragan Arab Berinvestasi di Hollywood
- Hukum Nonton Film Porno
- Gaji Saya Kecil, Pak!






