Agen-Agen CIA di Afghanistan Tewas Oleh Serangan Bunuh Diri

Kamis, 31/12/2009 09:46 WIB | Arsip | Cetak

Delapan warga AS menjadi korban serangan bunuh diri di basis militer AS yang terletak di provinsi Khost, tenggara Afghanistan. Dari delapan warga AS yang tewas itu, beberapa diantaranya adalah agen CIA.

Pejabat AS di Kabul dan Jubir Kementerian Luar Negeri AS, Ian Kelly hari Rabu (30/12) membenarkan terjadinya insiden itu. "Kami membenarkan telah terjadi ledakan di provinsi Khost dan delapan orang Amerika tewas," kata mereka.

Pihak AS tidak memberikan detil para korban apakah semuanya warga sipil atau tentara AS. Namun sejumlah laporan menyebutkan, diantara korban tewas adalah agen-agen CIA.

Washington Post dalam laporannya mengatakan basis militer AS di Afghanistan "Forward Operating Base Chapman" yang digunakan oleh para agen mata-mata AS, menjadi sasaran serangan bom bunuh diri hari Rabu kemarin dan sumber-sumber di AS membenarkan bahwa delapan orang yang tewas dan luka-luka dalam serangan itu besar kemungkinan adalah para pegawai CIA dan kontraktor AS.

Serangan bom kemarin merupakan serangan yang menimbulkan korban yang paling besar di kalangan personel intelejen AS dibandingkan serangan-serangan lainnya sejak invasi AS ke Afghanistan. Selama tahun 2009 saja, jumlah pasukan asing yang tewas di Afghanistan mencapai 506 orang, 310 diantaranya adalah tentara AS.

Serangan bom bunuh diri kamp militer AS di provinsi Khost kemarin, bersamaan dengan aksi protes rakyat Afghanistan di beberapa kota atas operasi militer yang dilakukan pasukan internasional di pedalaman provinsi Kunar, dekat perbatasan dengan Pakistan, hari Minggu lalu. Dalam operasi tersebut, pasukan asing itu membunuh 10 warga sipil termasuk anak-anak sekolah.

Sekitar 200 mahasiswa di Jalalabad melakukan long march, memprotes serangan pasukan asing itu dan menuntut agar pelakunya diadili. Sementara di kota Kabul, ratusan orang juga menggelar aksi serupa dan mendesak AS untuk segera menarik pasukannya dari Afghanistan.

"Obama ! Bawa tentara-tentaramu keluar Afghanistan!" teriak para pengunjuk rasa yang menggunakan ikat kepala berwarna biri bertuliskan "Berhentilah Membunuh Kami!"

Pasukan NATO di Afghanistan membantah telah membunuh warga sipil dalam operas militer yang dilakukan hari Minggu lalu. Seorang pejabat senior NATO mengatakan bahwa yang terlibat dalam operasi militer tersebut bukan pasukan NATO tapi pasukan khusus AS.

Menurut, Juru Bicara International Security Assistance Force (Isaf) yang berada dibawah komando NATO, Kolonel Wayne Shanks, operasi militer di Kunar adalah operasi gabungan tentara Afghanistan dan pasukan asing. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden di Kunar. (ln/prtv/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta

Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…


Aksi Cepat Tanggap

ACT Bantu Korban Banjir Tangerang

Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...

BNI Syariah Serahkan Beasiswa Lagi
Komitmen BNI Syariah dalam mencerdaskan anak bangsa dan mengembangkan pendidikan nasional serta perwujudan program Manajemen Syukur, BNI Syariah menyerahkan beasiswa kepada 7 ...


Peluang