• Kamis, 22 Ramadhaan 1431/ 2 September 2010
 
 

Agen-Agen CIA di Afghanistan Tewas Oleh Serangan Bunuh Diri

Delapan warga AS menjadi korban serangan bunuh diri di basis militer AS yang terletak di provinsi Khost, tenggara Afghanistan. Dari delapan warga AS yang tewas itu, beberapa diantaranya adalah agen CIA.

Pejabat AS di Kabul dan Jubir Kementerian Luar Negeri AS, Ian Kelly hari Rabu (30/12) membenarkan terjadinya insiden itu. "Kami membenarkan telah terjadi ledakan di provinsi Khost dan delapan orang Amerika tewas," kata mereka.

Pihak AS tidak memberikan detil para korban apakah semuanya warga sipil atau tentara AS. Namun sejumlah laporan menyebutkan, diantara korban tewas adalah agen-agen CIA.

Washington Post dalam laporannya mengatakan basis militer AS di Afghanistan "Forward Operating Base Chapman" yang digunakan oleh para agen mata-mata AS, menjadi sasaran serangan bom bunuh diri hari Rabu kemarin dan sumber-sumber di AS membenarkan bahwa delapan orang yang tewas dan luka-luka dalam serangan itu besar kemungkinan adalah para pegawai CIA dan kontraktor AS.

Serangan bom kemarin merupakan serangan yang menimbulkan korban yang paling besar di kalangan personel intelejen AS dibandingkan serangan-serangan lainnya sejak invasi AS ke Afghanistan. Selama tahun 2009 saja, jumlah pasukan asing yang tewas di Afghanistan mencapai 506 orang, 310 diantaranya adalah tentara AS.

Serangan bom bunuh diri kamp militer AS di provinsi Khost kemarin, bersamaan dengan aksi protes rakyat Afghanistan di beberapa kota atas operasi militer yang dilakukan pasukan internasional di pedalaman provinsi Kunar, dekat perbatasan dengan Pakistan, hari Minggu lalu. Dalam operasi tersebut, pasukan asing itu membunuh 10 warga sipil termasuk anak-anak sekolah.

Sekitar 200 mahasiswa di Jalalabad melakukan long march, memprotes serangan pasukan asing itu dan menuntut agar pelakunya diadili. Sementara di kota Kabul, ratusan orang juga menggelar aksi serupa dan mendesak AS untuk segera menarik pasukannya dari Afghanistan.

"Obama ! Bawa tentara-tentaramu keluar Afghanistan!" teriak para pengunjuk rasa yang menggunakan ikat kepala berwarna biri bertuliskan "Berhentilah Membunuh Kami!"

Pasukan NATO di Afghanistan membantah telah membunuh warga sipil dalam operas militer yang dilakukan hari Minggu lalu. Seorang pejabat senior NATO mengatakan bahwa yang terlibat dalam operasi militer tersebut bukan pasukan NATO tapi pasukan khusus AS.

Menurut, Juru Bicara International Security Assistance Force (Isaf) yang berada dibawah komando NATO, Kolonel Wayne Shanks, operasi militer di Kunar adalah operasi gabungan tentara Afghanistan dan pasukan asing. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden di Kunar. (ln/prtv/aljz)

Kamis, 31/12/2009 09:46 WIB | email | print | share
 
 
 
 

Dunia Lainnya

Dunia
membuka hati dan pikiran kita
 
   
 
 

PELUANG

 
 
 

Realistiskah Target Konversi Bank BUMN Menjadi Syariah?
Realistiskah target untuk mengkonversi salah satu bank BUMN menjadi bank syariah? Menjaab pertanyaan tersebut A. Riawan Amin selaku Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbi...

BI Dorong UUS Percepat Spin Off
Upaya Bank Indonesia (BI) unttuk mendorong penetrasi pasar perbankan syariah Indonesia  dengan menganjurkan kepada Unit Usaha Syariah (UUS) untuk mempercepat spin off menjadi...

3 BPD Syariah Terbaik 2010 Versi Majalah Investor
Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Pembangunan Daerah (BPD) memperoleh penghargaan sebagai UUS Terbaik 2010 dari Majalah Investor. Ketiga BPD Syariah tersebut adalah UUS BPD Aceh d...

Prof Thoby Mutis : Bank Syariah Lebih Banyak Kembangkan Musyarakah Fund!
Prof Thoby Mutis merupakan sosok yang tak bisa dilepaskan dari Universitas Trisakti. Saat ini Prof Thoby Mutis merupakan Rektor Universitas Swasta Ternama di Indonesia. Dibawa...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Anak Pemarah

Saya wanita bekerja dengan 4 anak yg masih kecil-kecil paling besar kelas lima SD, saya membesarkan anak-anak sendiri tanpa didampingi suami karena suami jauh. Karena saya sendiri kadang-kadang dalam mendidik anak saya terlau emosional.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Pengungsi Sinabung, Logistik Masih Minim

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut beberapa hari ini cenderung menurun. Namun, segala kemungkinan bisa saja terjadi, seperti meletusnya gunung ini Minggu (29/8) dini hari yang di luar prediksi para ahli.