Kapal Libya Menuju Gaza dan Konvoi Bantuan Yordania Masuk Lewat Mesir

Anggota parlemen Palestina Jamal Al-Khudari dan anggota Arab Knesset Israel Ahmad Tibi mengatakan bahwa kapal bantuan kemanusiaan Libya kembali berlayar menuju Jalur Gaza setelah kedatangannya di pulau Crete Yunani di laut Mediterania.
Para anggota parlemen, yang menindaklanjuti gerakan kapal ini, menambahkan dalam siaran pers pada hari Ahad lalu bahwa kedatangan kapal di pulau itu berdasarkan suatu rencana yang ditetapkan oleh Gaddafi international charity and development Foundation.
Khudari mencatat bahwa kapal tersebut berisi bantuan dan obat-obatan yang didanai oleh Yayasan Gaddafi dalam koordinasi dengan kampanye perlawanan terhadap pengepungan yang menyediakan daftar kebutuhan bagi rakyat Gaza.
Sebelumnya, juru bicara untuk yayasan Gaddafi, Mashallah Zwy mengatakan melalui percakapan telepon epada kantor berita Prancis bahwa anggota yayasan di kapal tidak mencari-cari untuk konfrontasi atau memprovokasi militer Israel dalam hal usaha mereka untuk mencegah tindakan keras militer Israel.
Pada bagian lain, sekelompok anggota serikat buruh Yordania mengatakan mereka akan meninggalkan Amman menuju ke Gaza pada hari Selasa ini (13/7) dan akan mencoba masuk melalui perbatasan Rafah untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Gaza.
Kepala serikat insinyur Yordania Wa'el Saqa menyatakan bahwa 150 relawan akan berpartisipasi dalam konvoi yang terdiri dari 30 truk yang membawa bantuan kemanusiaan.
"Kami akan berusaha untuk mematahkan pengepungan yang tidak adil ini dan kami akan menuju ke Al-Arish di Mesir, kami akan bersikeras memasuki Gaza jika pihak berwenang Mesir berusaha menghentikan kami," kata Saqa.
Sementara itu, kepala dewan sindikat Yordania Ahmad Al-Armouti mengatakan bahwa kedutaan besar Mesir di Amman mengabaikan permintaan mereka untuk bertemu dengan Duta Besar untuk berkoordinasi dengan dirinya terkait tentang konvoi kemanusiaan Yordania.
Pihak berwenang Mesir bulan lalu telah mencegah sekelompok anggota serikat buruh Yordania melalui persimpangan ke Gaza dengan dalih bahwa kelompok itu tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya atau berkoordinasi dengan Mesir. (fq/pic)
Lainnya (Arsip)
- Pejabat Tinggi Israel Bisa Ditangkap Jika Nekad Datang ke Maroko
Selasa, 13/07/2010 08:30 WIB - Pengusaha Prancis Siapkan Dana Untuk Talangi Denda Muslimah yang Bercadar
Selasa, 13/07/2010 08:23 WIB - ICC Kembali Tuduh Presiden Sudan Lakukan Genosida dan Harus Ditangkap
Selasa, 13/07/2010 08:10 WIB - Hasil Investigasi: Tentara Israel Bersalah Dalam Serangan ke Mavi Marmara
Selasa, 13/07/2010 07:59 WIB - Edisi Perdana Majalah Jihad 'Inspire': Serukan Bunuh Para Penghina Nabi SAW
Senin, 12/07/2010 16:23 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




