Pembantai Muslim Bosnia Mengaku Tidak Bersalah

Senin, 01/03/2010 16:10 WIB | Arsip | Cetak

Radovan Karadzic

Radovan Karadzic, mantan pemimpin Serbia Bosnia, telah memulai kembali persidangan berisi pembelaannya dari pengadilan dengan tuduhan melakukan genosida di Den Haag Belanda.

Karadzic (64 tahun) menghadapi dua tuntutan melakukan genosida dan sembilan tuntutan lain diantaranya tuduhan atas pembunuhan, pembasmian, penyiksaan, pendeportasian paksa dan menahan 200 sandera PBB.

Dia menyangkal atas segala tuduhan yang didakwakan padanya dan menyatakan dirinya tidak bersalah namun menolak untuk memasukkan permohonan penyangkalannya tersebut secara resmi.

Dia menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup jika dinyatakan bersalah, dalam salah satu kasus terbesar terakhir yang dibawa ke pengadilan kejahatan perang PBB untuk kasus negara bekas Yugoslavia, Bosnia.

Jaksa mengatakan Karadzic merancang kampanye untuk menghancurkan masyarakat Muslim dan komunitas Kroasia di Bosnia timur dalam rangka menciptakan sebuah negara yang murni beretnis Serbia.

Kampanye tersebut termasuk 44-bulan pengepungan terhadap ibukota Sarajevo dan melakukan penyiksaan serta pembunuhan ratusan tahanan di kamp-kamp tahanan yang tidak manusiawi.

Puncak kampanyenya itu, Karadzic melakukan pembantaian sekitar 8.000 pria muslim dalam satu minggu pada bulan Juni 1995 di kantong Srebrenica - yang menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembantaian terburuk di Eropa sejak perang dunia kedua.

"Karadzic memanfaatkan kekuatan-kekuatan nasionalisme, kebencian serta ketakutan etnis Serbia agar segera memisahkan diri dari etnis Bosnia," kata jaksa Alan Tieger dalam sebuah pernyataannya pada pembukaan sidang pengadilan kejahatan perang Karadzic.

Karadzic adalah tokoh paling penting yang dibawa ke pengadilan sejak Slobodan Milosevic, mantan presiden Yugoslavia, yang meninggal karena serangan jantung pada tahun 2006 sebelum kasus ini ditutup. (fq/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang