Pembantai Muslim Bosnia Mengaku Tidak Bersalah
Radovan Karadzic, mantan pemimpin Serbia Bosnia, telah memulai kembali persidangan berisi pembelaannya dari pengadilan dengan tuduhan melakukan genosida di Den Haag Belanda.
Karadzic (64 tahun) menghadapi dua tuntutan melakukan genosida dan sembilan tuntutan lain diantaranya tuduhan atas pembunuhan, pembasmian, penyiksaan, pendeportasian paksa dan menahan 200 sandera PBB.
Dia menyangkal atas segala tuduhan yang didakwakan padanya dan menyatakan dirinya tidak bersalah namun menolak untuk memasukkan permohonan penyangkalannya tersebut secara resmi.
Dia menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup jika dinyatakan bersalah, dalam salah satu kasus terbesar terakhir yang dibawa ke pengadilan kejahatan perang PBB untuk kasus negara bekas Yugoslavia, Bosnia.
Jaksa mengatakan Karadzic merancang kampanye untuk menghancurkan masyarakat Muslim dan komunitas Kroasia di Bosnia timur dalam rangka menciptakan sebuah negara yang murni beretnis Serbia.
Kampanye tersebut termasuk 44-bulan pengepungan terhadap ibukota Sarajevo dan melakukan penyiksaan serta pembunuhan ratusan tahanan di kamp-kamp tahanan yang tidak manusiawi.
Puncak kampanyenya itu, Karadzic melakukan pembantaian sekitar 8.000 pria muslim dalam satu minggu pada bulan Juni 1995 di kantong Srebrenica - yang menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembantaian terburuk di Eropa sejak perang dunia kedua.
"Karadzic memanfaatkan kekuatan-kekuatan nasionalisme, kebencian serta ketakutan etnis Serbia agar segera memisahkan diri dari etnis Bosnia," kata jaksa Alan Tieger dalam sebuah pernyataannya pada pembukaan sidang pengadilan kejahatan perang Karadzic.
Karadzic adalah tokoh paling penting yang dibawa ke pengadilan sejak Slobodan Milosevic, mantan presiden Yugoslavia, yang meninggal karena serangan jantung pada tahun 2006 sebelum kasus ini ditutup. (fq/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Dua Tersangka Pembunuh Al-Mabhuh Kabur ke AS
Senin, 01/03/2010 15:30 WIB - Kelompok Islam Aljazair Tolak Penghapusan Hukuman Mati
Senin, 01/03/2010 14:28 WIB - Dewan Muslim Denmark Serukan Hentikan Boikot Terhadap Denmark
Senin, 01/03/2010 13:49 WIB - Muslim Australia: "Sediakan Makanan Halal di McDonald's Faulkner!"
Senin, 01/03/2010 13:43 WIB - "Tuan Duta Besar, Berapa Banyak Orang Palestina yang Anda Bunuh Hari Ini?"
Senin, 01/03/2010 12:44 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




