Kardinal Katholik: Kaum Gay Tidak Akan Masuk Surga!

Kardinal Javier Lozano Barragan, yang tahun ini pensiun sebagai kepala juru bicara Vatikan pada masalah-masalah kesehatan, menyatakan bahwa homoseksual dan transseksual tidak akan pernah masuk surga, seperti dilaporkan surat kabar Telegraph pada hari Kamis kemarin (3/12).
"Transseksual dan homoseksual tidak akan pernah masuk ke dalam Kerajaan Surga," kata Kardinal Javier Lozano Barragan (76 tahun) dalam sebuah wawancara dengan majalah Pontifex.
"Seseorang tidak dilahirkan sebagai homoseksual," tegas mantan kepala Dewan Vatikan untuk Kesehatan Pastoral.
"Orang menjadi homo/lesbi untuk berbagai alasan, seperti pendidikan, atau karena tidak mengembangkan identitas pribadi sendiri dengan tepat pada masa remaja, mungkin mereka sendiri tidak bertanggung jawab, tetapi bertindak melawan martabat tubuh manusia, niscaya mereka tidak masuk surga," tambahnya.
"Semua yang bertentangan dengan alam dan menentang kodrat kemanusiaan adalah menentang Tuhan."
Kardinal Barragan bersikeras pernyataannya tersebut bukanlah pendapat pribadi atau penafsirannya sendiri.
"Bukan saya yang mengatakan begitu, tapi pernyataan dari St Paulus," ia berpendapat, sambil mengutip ayat-ayat dari surat St Paulus ke Roma.
"Perempuan mereka saling bertukar hubungan natural dengan tidak wajar, dan para prianya juga menyerahkan hubungan natural mereka dengan perempuan dan dibakar dengan nafsu satu sama lain," tulis St Paulus pada Apostle.
"Para pria melakukan hal-hal yang memalukan dengan pria dan diterima dalam lingkungan masyarakat mereka sendiri dan akan jatuh hukuman atas kesesatan mereka."
Kardinal Barragan menggarisbawahi bahwa kaum homoseksual dan transseksual tidak boleh didiskriminasikan untuk perbuatan mereka tersebut.
"Meskipun Homoseksualitas adalah perbuatan dosa, tetapi hal itu tidak membenarkan kita melakukan segala bentuk diskriminasi," katanya.
"Hanya Tuhan saja yang memiliki hak untuk menghakimi.
"Kita di dunia tidak boleh mengutuk, dan sebagai manusia, kita semua memiliki hak yang sama."
Vatikan sendiri menjaga jarak terhadap komentar-komentar dalam sebuah pernyataan yang sangat tidak biasa Karena secara tidak langsung mengkritik pejabat tinggi Gereja.
Juru bicara Vatikan Romo Federico Lombardi mengatakan kepada majalah Pontifex bahwa pernyataan kardinal Barragan tidak boleh dianggap sebagai otoritas pemikiran Katolik pada isu-isu yang kompleks seperti homoseksualitas."
"Jumlah pria dan wanita yang cenderung melakukan hubungan seks sejenis tidak dapat diabaikan. Mereka tidak memilih kondisi mereka tersebut," kata Lombardi.
"Mereka harus diterima dengan hormat, kasih sayang, dan penuh kepekaan. Setiap tindakan diskriminasi yang tidak adil terhadap mereka dalam hal harus dihindari."
Gereja Katolik mengajarkan bahwa homoseksualitas bukanlah dosa, tetapi hubungan seksual berupa homoseksual sebagai perbuatan dosa.
Pada tahun 2008, Paus Benedict XVI menyerukan agar membela kemanusiaan terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh perilaku homoseksual, memberi peringatan bahwa tindakan-tindakan homoseksual dapat mengarah pada kehancuran diri umat manusia.
Hubungan seks dan perkawinan sesama jenis amat sangat dilarang dalam Islam dan juga dalam semua agama samawi.
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjauhi perilaku seksual yang menyimpang, khususnya lagi perilaku seperti kaumnya Nabi Luth yang melakukan hubungan seks dengan sesama jenis - yang akhirnya dibinasakan oleh Allah.(fq/iol)
Lainnya (Arsip)
- Johnson, Gorbachev, dan Obama
Jumat, 04/12/2009 07:10 WIB - Harga Mahal Perang Iraq, Mr. Bush!
Jumat, 04/12/2009 06:16 WIB - Taliban Menakutkan? Kata Siapa?
Jumat, 04/12/2009 05:21 WIB - Abu Bakar: Muslim Chechnya yang Berhaji dengan Berjalan Kaki
Jumat, 04/12/2009 04:56 WIB - Iran Larang Wanita Tampil di TV Dengan 'Make-Up' Mencolok
Kamis, 03/12/2009 16:38 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




