Karzai Resmi Bentuk Dewan 'Perdamaian' dengan Taliban

Presiden Afghanistan Hamid Karzai Sabtu kemarin (4/9) mengumumkan bahwa ia telah mendirikan sebuah dewan untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Taliban, yang telah melancarkan perlawanan di Afghanistan selama hampir sembilan tahun.
Pembentukan Dewan Tinggi Perdamaian adalah "langkah yang signifikan menuju pembicaraan damai," kata pernyataan dari kantor Karzai.
Langkah ini merupakan salah satu langkah paling signifikan yang diambil Karzai dalam usahanya untuk membuka dialog dengan pimpinan Taliban yang ditujukan untuk mempercepat mengakhiri perang panjang yang telah lama berlangsung.
Pembentukan panel tersebut telah disetujui pada bulan Juni lalu pada sebuah konferensi perdamaian nasional di Kabul, langkah yang disambut baik oleh pemerintah asing yang bekerja untuk menstabilkan pemerintah dan ekonomi Afghanistan.
Meskipun konon kepemimpinan Taliban telah menunjukkan ada keinginan untuk berbicara, Karzai berharap proses rekonsiliasi akan membantu membagi gerakan antara anggota 'garis keras' dan anggota Taliban yang kurang berkomitmen terhadap ideologi Islam yang 'ketat'.
Dewan ini diusulkan sebagai badan negosiasi, harus terdiri dari wakil-wakil dari bagian yang luas dari masyarakat Afghanistan, untuk membicarakan perdamaian dengan Taliban, yang telah melancarkan perang sejak kekuasaan mereka digulingkan pada akhir 2001.
Para pejabat bertemu Karzai di istana pada hari Sabtu kemarin untuk menyelesaikan daftar anggota, yang akan termasuk "para pemimpin jihad, tokoh berpengaruh dan wanita," kata pernyataan itu.
Daftar lengkap anggota dewan akan diumumkan setelah libur Idul Fitri minggu depan, katanya.
Pengumuman Karzai ini telah diharapkan beberapa hari lalu, setelah ia bertemu minggu lalu dengan mantan pemimpin mujahidin Burhanuddin Rabbani dan Abdul Rasul Sayyaf, serta pejabat, untuk membahas membentuk dewan tersebut.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Di Dublin, Tony Blair Dilempari Telur Dan Sepatu
Minggu, 05/09/2010 10:03 WIB - Negara Yahudi: Semakin Dekat Terbentuk?
Minggu, 05/09/2010 08:36 WIB - Dianggap Langgar Keputusan Kerajaan, Situs Islam Answer Diblokir
Sabtu, 04/09/2010 16:33 WIB - Hari Quds di AS Sepakat Boikot Produk Israel
Sabtu, 04/09/2010 16:12 WIB - Ketua Dewan Mufti Rusia Desak Terbentuknya Negara Palestina Merdeka
Sabtu, 04/09/2010 10:33 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




