Muslim Kashmir Yang Terlupakan

Juli 2009 ini, genap 78 tahun sudah konflik Kashmir yang melibatkan pembantaian ribuan orang Muslim Kashmir.
Senin kemarin (13/07), rakyat Kashmir diblok oleh polisi India dari jalanan. Bahkan sekolah dan kantor pemerintahan ditutup. 78 tahun lalu, pada 13 Juli 1931, sebuah peristiwa mengubah wajah Kashmir selamanya. Ribuan orang menyaksikan sebuah pembunuhan terhadap seorang remaja Muslim yang dilakukan oleh para penguasa India di Penjara Pusat, Srinagar. Karena sudah tengah hari, dan sudah memasuki waktu Salat, lelaki muda itu berdiri dan mengumandangkan adzan. Ray Zada Tartilok Chand, gubernur Dogra saat itu, langsung memerintahkan tentara untuk menembaknya di tempat ketika itu juga.
Ketika lelaki muda itu syahid terkulai di tanah dengan darah bersimbah membasahi bumi, seorang lelaki muda lainnya berlari ke tempatnya dan berdiri, dan kembali mengumandangkan adzan. Tentara India pun kembali menembaknya. Begitu seterusnya sampai terjadi 22 orang lelaki yang mati syahid karena tertembak ketika mengumandangkan adzan. Selama beberapa dasawarsa, lebih dari 80.000 korban jiwa tewas karena opresi penguasa India, dan ratusan ribu lainnya mengungsi.
Pada umumnya, Kashmir hanya dikenal sebagai daerah yang sudah lama terpecah belah oleh konflik, penuh dengan campur tangan militer dan pergolakan bersenjata. Di Kashmir ada tiga agama dan wilayah berbeda. Di Lembah Kashmir, 98 persen penduduknya Muslim. Gandhi memuji bangsa Kashmir karena sifat dasar mereka yang cinta damai dan bahkan menyebut Kashmir sebagai “sinar harapan dalam kegelapan”.
Akar dari konflik Kahsmir memang bisa dilacak pada momen pemisahan Pakistan dari India. Tetapi, perjuangan bersenjata sebetulnya baru dimulai ketika Muslim Kashmir, yang didorong oleh keberhasilan bangsa Afghan memerangi Soviet, meluncurkan gerakan serupa melawan India pada akhir 1980-an.
Yang terjadi setelah itu adalah 18 tahun perlawanan bersenjata. Namun demikian, perjuangan bersenjata tersebut akhirnya melemah karena tekanan internasional terutama setelah tragedi 9/11.
Pada tahun 2008, sejumlah protes masal muncul lagi di Kahsmir ketika pemerintah India mengusulkan untuk menggunakan tanah yang berukuran cukup besar di Kashmir untuk membangun sebuah kuil Hindu. Muslim Kashmir melihat usulan ini sebagai rencana untuk mengubah demografi Kashmir karena kehadiran kuil ini pasti melahirkan kompleks pemukiman Hindu yang baru. Penduduk Kashmir pun mulai melakukan protes terhadap India
Pada 18 Agustus 2008, lebih dari setengah juta orang turun ke jalanan Srinagar, ibukota Kashmir, dan berjalan menuju kantor Pengamat Militer PBB di India dan Pakistan( UN Military Observer Group in India and Pakistan, UNMOGIP) di daerah pemukiman Hindu Sonawar di Srinagar, untuk mengingatkan dunia bahwa isu Kashmir masih belum terselesaikan.
Selama ini yang beredar selalu menyebutkan bahwa konflik Kashmir lebih ditengarai sebagai konflik antara Islam dan Hindu. Padahal, di balik itu, rakyat Kashmir sepakat bahwa yang terjadi sekarang adalah penjajahan terselubung dari India terhadap Kashmir. Pada tahun 1948, PBB sudah menyerukan agar dilaksanakan referendum, apakah Kahsmir akan memisahkan dari India dan Pakistan. Namun, India selalu menolaknya. Bangsa Muslim Kashmir, yang sering digambarkan sebagai teroris dalam film Bollywood India, selamanya menganggap India sebagai negara penjajah karena telah terbukti merampas dan membatasi hak-hak mereka di tanah sendiri. (sa/wb)
Lainnya (Arsip)
- Ikhwan, Putar Haluan, Meninggalkan Politik Praktis?
Selasa, 14/07/2009 07:16 WIB - Erdogan Akan Bawa Masalah Xinjiang ke Sidang G-8
Senin, 13/07/2009 17:09 WIB - 14 Tahun Pembantaian Muslim Srebrenica
Senin, 13/07/2009 16:48 WIB - Bom Meledak Di Pesantren Punjab
Senin, 13/07/2009 16:46 WIB - PBB: Somalia Akan Jatuh ke Tangan Mujahidin
Senin, 13/07/2009 16:16 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




