Kebangkitan Kaum Atheis di Amerika

Kamis, 24/09/2009 10:16 WIB | Arsip | Cetak

Warga Amerika yang menjadi Atheis semakin meningkat dan kehadiran mereka telah menyebar di kalangan penduduk Amerika yang memiliki beragam pandangan, menurut hasil temuan sebuah studi di AS.

"Pertumbuhan atheis di AS adalah sebuah fenomena nasional," seperti hasil studi yang dirilis oleh Trinity College pada hari Selasa lalu (22/9).

"Mereka adalah satu-satunya kelompok yang terus meningkat di setiap negara bagian dan wilayah negara selama 18 tahun terakhir."

Para peneliti menemukan bahwa pertumbuhan dari 8,2 persen pada tahun 1990 telah meningkat menjadi 14,2 persen pada tahun 2001 dan menjadi 15 persen pada tahun 2008.

Mereka menegaskan bahwa di masa depan, Amerika Serikat dapat berharap untuk memiliki lebih banyak atheis dan yang akan menandai era baru "Bom Atheis" sebagai tandingan dari dasawarsa 1990-an yang merupakan "Bom sekulerisme".

"Jika kecenderungan ini terus berlanjut, kemungkinan hasilnya adalah bahwa dalam dua dekade terakhir, jumlah penganut atheis akan menjadi sekitar seperempat dari penduduk Amerika Serikat." kata Profesor Ryan Cragun dari University of Tampa yang ikut melakukan penelitian.

Amerika Serikat memiliki jumlah penduduk lebih dari 301 juta.

Menurut CIA Fact Book, sekitar 52 persen warga AS adalah Protestan, Katolik Roma 24 persen, Mormon 2 persen, Yahudi 1 persen, Muslim 1 persen, selainnya 10 persen dan 10 persen lagi adalah atheis.

Para Ahli Menegaskan bahwa gerakan atheis menjamur dan telah mengumpulkan pengikut baru di seluruh Amerika Serikat.

Beberapa orang percaya bahwa organisasi atheis telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir atas kemarahan mereka kepada mantan presiden AS George W. Bush yang memiliki kebijakan yang beragam terhadap para pemeluk agama.

Fenomena lain juga merujuk dengan banyaknya beredar serentetan buku-buku anti agama yang membanjiri pasar selama pemerintahan mantan presiden AS tersebut.

Mengidentifikasi para atheis ini, studi mengatakan bahwa mereka tidak boleh disalahpahami sebagai minoritas kecil atheis.

"Mereka adalah tidak beragama, anti-agama, dan anti-para pemuka agama. Beberapa dari mereka masih percaya pada Tuhan, beberapa lain tidak meyakini adanya Tuhan. Sebagian dari mereka kadang-kadang dapat berpartisipasi dalam ritual keagamaan , sebagian lain tidak sama sekali. "

Studi juga mencatat bahwa temuan yang paling signifikan adalah bahwa "para Atheis" tersebut merupakan cermin utama sebagian besar warga Amerika.

"Hari ini, tidak ada satu grup demografis di AS yang tidak termasuk atheis, "

"Di antara mereka ada yang menikah, janda, bercerai, dan tidak pernah menikah. Kaum Atheis juga ada di partai Demokrat, Partai Republik dan independen.

"Mereka banyak yang merupakan kaum terdidik. Ada yang miskin dan kaya. Bisa berkulit hitam atau putih, latin maupun orang Asia.

Generasi atheis sebelumnya kebanyakan menjadi atheis pada usia 32 tahun namun menurut laporan untuk saat ini warga AS telah menjadi atheis sejak berusia 12 tahun.

Profesor Barry Kosmin yang merupakan peniliti pada Trinity College mengatakan bahwa yang paling penting dan signifikan secara statistik - ditemukan bahwa yang relatif besar adanya kesenjangan gender, dinyatakan juga bahwa perempuan Amerika tetap lebih religius daripada pria.

"Secara keseluruhan tren atheis ini didorong oleh para laki-laki dan anak-anak muda, tapi diperlambat oleh perempuan yang memiliki tingkat religiusitas yang lebih besar."(fq/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang