Bangkitnya Muslim Tajikistan

Senin, 05/01/2009 15:54 WIB | Arsip | Cetak

Muslim Tajikistan kini bisa dengan bangga mengatakan "Kami Muslim" setelah berpuluh-puluh tahun mengalami penindasan dibawah pemerintaha Uni Sovyet. Setelah runtuhnya imperium Soviet, perlahan tapi pasti umat Islam Tajikistan bangkit kembali, menghidupkan syiar Islam yang sekian lama padam di wilayah yang terletak di kawasan Asia Tengah itu.

Marhabo, seorang muslimah Tajikistan mengatakan, sekarang ini masjid-masjid mudah ditemui di Tajikistan. "Sebelumnya, tidak ada masjid. Sekarang jumlah masjid banyak dan tersebar di mana-mana," ujar ibu muda berusia 25 tahun dengan tiga anak itu.

Warga Tajikistan lainnya bernama Akbar, masih bisa mengingat pengalaman saat ia dicari-cari polisi Soviet yang memergokinya sedang menunaikan salat. Akbar sempat dicemooh oleh guru sekolahnyanya karena peristiwa itu

"Semua memandang ke arah saya. Saya merasa seperti seorang kriminal," kenang Akbar.

Menurut CIA factbook, sekitar 90 persen dari 7,2 juta penduduk Tajikistan adalah Muslim. Ketika masih berada dibawah Uni Soviet, warga Muslim tidak bisa leluasa menjalankan ibadahnya seperti salat dan haji. Pemerintahan Soviet juga melarang semua simbol-simbol agama dan siapa yang melanggarnya akan dikenakan hukuman. Tahun 1991, Tajikistan baru bisa melepaskan diri dari federasi Rusia yang menggantikan Uni Sovyet.

Sejak menjadi negara yang independen, Islam mulai bersinar lagi di Tajikistan. Warga Muslim bisa menunaikan haji yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid dibangun di mana-mana. Lelaki Muslim bebas berjanggut dan Muslimahnya bebas mengenakan jilbab aneka warga.

Tajikistan juga menjadi satu-satunya negara bekas Soviet di Asia Tengah yang mengijinkan berdirinya partai Islam yang legal. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang