Kebohongan Konferensi Pers Menlu Israel Tentang Penyerangan Freedom Flotilla

Selasa, 01/06/2010 16:46 WIB | Arsip | Cetak

Tidak mungkin seseorang bisa tenang ketika berbicara tentang kebohongan. Kebohongan hari ini (disebut Hasbara, dan dari sekarang, ketika orang Israel berbohong, hasbara adalah konjugasi yang tepat) lebih beracun daripada biasanya. Inilah komentar dan konferensi dari Menteri Luar Negeri Israel dari Rabin Red.

Selamat pagi, semua orang. Saya mau melaporkan pagi ini bahwa armada kebencian dan kekerasan yang mendukung teror Hamas sudah sangat keterlaluan dan ini sudah direncanakan.

Israel berbohong sejak permulaan. Mereka memilih Hamas dan "teror" tepat di baris pertama. Itulah yang lolos ke kantor berita internasional, dan kemudian menjadi inti pernyataan yang dibuat sebelumnya pada hari itu oleh berbagai politisi yang tiba-tiba marah di seluruh dunia. Tentu saja armada itu direncanakan, bagaimana hal itu bisa salah?

Israel menyesal atas meninggalnya beberapa orang, dan telah melakukan segala sesuatu untuk menghindari hal ini.

Frase ini selalu diulang pada banyak kesempatan, dan mungkin Israel akan memiliki hak cipta di dalamnya dan mendapatkan royalti di setiap kata itu.

Bantuan kemanusiaan yang dimaksud sama sekali bukan untuk tujuan kemanusiaan.

Bukan? Apakah Israel berpikir bahwa sekarang warga Gaza akan mulai melakukan bisnis industri pesawat terbang dan roket? Bahkan Israel memastikan setiap hari bahwa warga Palestina menggantungkan hidupnya hanya dengan kecerdasan mereka sendiri dan terowongan-terowongan. Bagaimana mungkin ini bukan bantuan kemanusiaan?

Setiap hari, kami melakukan itu. Kami meminta mereka untuk mengirimkan bantuan ini melalui jalur yang sah, apakah itu PBB, apakah itu Palang Merah, apakah itu orang-orang kita, tetapi tidak berhasil.

Dunia harus tahu, bahwa semua institusi yang disebutkan oleh Israel itu telah diminta dan meminta selama bertahun-tahun, dengan kata-kata, "buka penyeberangan sialan itu! Angkat pengepungan sialan itu! Bebaskan warga Gaza dari penjara Anda!"

Pada kenyataannya, mereka menyebut hal itu sebagai kampanye kemanusiaan, tetapi mereka mengatakan berulang kali bahwa maksud dan tujuan mereka adalah untuk menghentikan blokade, blokade maritim, di Gaza. Blokade maritim di Gaza sangat legal dan dibenarkan oleh teror yang dilakukan Hamas di Gaza.

Sangat legal? Seperti dalam hukum apa? Hukum internasional?

Membiarkan kapal ini ke Gaza dengan cara ilegal, pada kenyataannya akan membuka koridor penyelundupan senjata dan teroris ke Gaza, dengan hasil yang tak dapat dielakkan ribuan kematian warga sipil dan kekerasan di seluruh wilayah tersebut.

Tidak ada yang membenarkan penolakan bahan konstruksi, makanan, obat-obatan, perlengkapan sekolah, pakaian, bensin, popok, balsam, sabun, kursi roda .... Segala sesuatu yang membuat hidup menjadi mungkin. Apakah semua barang-barang itu akan membahayakan?

Setelah peringatan ini diulang dan tidak digubris oleh mereka, kami memberitahu mereka bahwa mereka tidak diizinkan untuk masuk blokade, sesuai dengan hukum maritim kami, kami berhak untuk melakukan itu.

Tidak di perairan internasional! Bahkan Israel menambahkan beberapa detail 'menarik' seperti "orang-orang di perahu melantunkan lagu-lagu anti-Semit."

Sayangnya, mereka tidak mengindahkan peringatan dari pasukan kami pagi ini secara damai. Tidak ada negara berdaulat akan menoleransi kekerasan ini terhadap penduduk sipil. Dan kami di Israel hari ini meminta semua pihak yang relevan dan semua negara yang relevan untuk bekerja sama dalam menenangkan situasi ini. Terima kasih banyak.

Yang tidak tenang adalah Israel karena telah membunuh para aktivis dan warga sipil dengan darah dingin, dan ini hanya akan membawa lebih banyak kerusuhan. Anda telah meruntuhkan kemarahan dunia ke atas bahu Anda. Yah, dalam beberapa hari ke depan, semuanya akan segera dilupakan. Ada Piala Dunia yang akan jadi bahan perbincangan dan "sengketa" baru. (sa/ptt)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang