Kekhawatiran Balas Dendam Militer AS Pasca Insiden Fort Hood

Senin, 09/11/2009 11:13 WIB | Arsip | Cetak

Insiden penembakan di basis militer AS Fort Hood, Texas terus bergulir di AS. Kepala Staff Angkatan Bersenjata AS, Jenderal George Casey menyatakan khawatir insiden itu akan memicu aksi balas dendam terhadap para prajurit AS yang muslim.

Untuk itu, Casey dalam siaran di CNN meminta agar para pucuk pimpinan di kemiliteran AS untuk mewaspadai kemungkinan tersebut. Menurutnya, jika insiden itu hanya difokuskan pada latar belakang Nidal Malik Hasan yang muslim, akan memicu "kebencian terhadap tentara-tentara AS lainnya yang muslim" dan jika itu terjadi bisa menimbulkan persoalan di kemiliteran AS yang membutuhkan tentara-tentara dari berbagai latar belakang agama terutama untuk kelanjutan perang AS di Irak dan Afghanistan.

"Keberagaman kita bukan cuma di kemiliteran tapi juga dalam kehidupan bernegara, yang sesungguhnya menjadi kekuatan. Terkait dengan tragedi yang mengerikan ini, jika keberagaman itu yang menjadi korban, saya pikirnya dampaknya akan sangat buruk," kata Casey dalam "Meet The Press" NBC.

Sejumlah tentara AS yang muslim sudah menyatakan mengecam insiden penembakan itu. "Apa yang dilakukan oleh Mayor Hassan tidak mewakili kami semua," kata Robert Salaam, mantan Marinir yang masuk Islam pasca serangan 11 September 2001.

Peristiwa penembakan membabibuta yang dilakukan Mayor Nidal Malik Hasan hari Kamis (5/11) di Fort Hood, membuat banyak orang AS di terperangah. Aksi penembakan itu menewaskan 13 orang dan melukai 30 orang lainnya. Sejumlah pejabat AS melontarkan pernyataan miring terhadap Nidal, yang dikaitkan dengan latar belakangnya sebagai seorang muslim.

Kepala Komite Senat Bidang Keamanan Dalam Negeri, Senator Joe Lieberman misalnya, menyebut penembakan yang dilakukan Hassan sebagai aksi "seorang Islamis ektrimis". "Ada sinyal peringatan yang sangat-sangat kuat dalam kasus ini bahwa Dr. Hassan sudah menjadi menjadi sekorang ektrimis Islam. Oleh sebab itu tindakan yang dilakukan termasuk tindakan teroris," tuding Lieberman seperti dilansir Fox News.

Mayor Nidal Malik Hassan adalah seorang psikatris yang bergabung dengan kemiliteran AS sejak tahun 2005. Selama bertugas di kemiliteran, ia melayani konsultasi banyak tentara AS yang baru pulang bertugas dari Irak dan Afghanistan dan dari sinilah ia banyak tahu kenyataan yang menyakitkan tentang perang AS di kedua negara tersebut.

Mayor Hassan sendiri, sedianya akan ditugaskan ke Aghanistan bulan ini. Namun menurut sejumlah rekan dan kerabatnya, Hassan menolak penugasan itu. Kerabat Hassan bahkan mengatakan, Hassan sebenarnya ingin keluar dari kemiliteran supaya tidak dikirim ke Afghanistan dan karena seirng dilecehkan oleh sesama tentara AS karena latar belakangnya yang muslim. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...


Peluang