Tak Ada Lagi Musik dan Lagu di Somalia

Rabu, 14/04/2010 10:05 WIB | Arsip | Cetak

Radio-radio di Somalia kini tidak lagi memutar musik atau lagu-lagu untuk menghibur pendengarnya, setelah kelompok islamis di negeri itu menyatakan bahwa lagu-lagu atau musik haram menurut ajaran Islam.

Dalam pernyataan resminya, kelompok militan islamis di Somalia juga melarang pemutaran film, ringtone musik dan alat musik semacam gendang yang menjadi alat musik khas rakyat Somalia.

Larangan-larangan itu membuat sebagian besar warga Somalia prihatin, karena mereka juga jadi tidak bisa memainkan alat-alat musik tradisional. Abdulahi Yasin Jama, salah satu pemilik perusahaan penyiaran mengatakan bahwa radio-radio di Somalia tidak punya pilihan lain selain mematuhi perintah kelompok islamis yang diberlakukan mulai hari Selasa (13/4). Cuma satu radio milik pemerintah yang menyatakan menolak aturan itu.

Tak ada pihak yang berani menentang perintah kelompok islamis, karena kelompok ini kerap membunuh siapa saja yang membangkan perintah mereka atau mengenakan hukuman yang diklaim berdasarkan hukum Islam, yaitu dengan cara mengamputasi bagian tubuh orang yang dianggap melanggar aturan mereka.

Larangan yang diterapkan kelompok islamis di Somalia, juga pernah diterapkan di Afghanistan semasa Taliban masih berkuasa pada akhir era 1990-an. (ln/arabnews)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang