Kelompok Islamis Yordania Tolak Kedatangan Paus

Jumat, 24/04/2009 10:29 WIB | Arsip | Cetak

Islamic Action Front (IAF), kelompok islamis yang juga kelompok oposisi yang cukup berpengaruh di Yordania menyatakan menolak kunjungan Paus Benediktus XVI ke negara itu. Zaki Bani, ketua IAF juga mendesak pemerintah Yordania untuk menekan Paus agar minta maaf atas pernyataan yang dilontarkannya tahun 2006 lalu.

"Pemerintah harus menekan Paus untuk minta maaf karena telah menyinggung perasaan lebih dari 1,5 milyar umat Islam di dunia. Jika Paus tidak minta maaf, kedatangannya tidak akan diterima di Yordania," kata Zaki Bani Raheid dalam suratnya yang dikirimkan ke Perdana Menteri Yordania, Nader Dahabi.

Dalam surat itu, Zaki menyatakan bahwa Paus telah menghina Islam dan Rasulullah Muhammad saw dan harus minta maaf secara terbuka. Zaki mengirimkan surat tersebut setelah juru bicara Ikhawanul Muslimin, Jamil Abu Bakar mendesak agar Paus membatalkan kunjungannya ke Yordania.

"Meski kungungannya merefleksikan hubungan yang baik antara Muslim dan Kristiani, tapi sikapnya yang provokatif tidak sejalan dengan tujuan kunjungannya itu," kata Abu Bakar.

Dalam pidatonya di sebuah universitas Jerman pada bulan September 2006 lalu, Paus Benediktus mengutip pernyataan kekaisaran Kristen abad pertengahan yang menyebut ajaran yang dibawa Rasulullah Muhammad saw adalah ajaran "jahat dan tak berperikemanusiaan."

Pernyataan Paus itu memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Muslim di berbagai negara termasuk di Yordania melakukan aksi protes selama berhari-hari. Aksi protes mereda ketika Paus menyatakan "penyesalan yang mendalam" atas pernyataannya itu. Namun Paus menilai umat Islam telah salah paham menaggapi pernyataannya tentang Rasulullah Muhammad saw.

IAF adalah faksi politik yang berafiliasi pada gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Sebagai kelompok oposisi, posisi IAF cukup diperhitungkan di Yordania. IAF memiliki enam perwakilan dari 110 anggota majelis rendah Yordania. (ln/France24)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang