Kelompok Islamis Yordania Tolak Kedatangan Paus
.jpg)
Islamic Action Front (IAF), kelompok islamis yang juga kelompok oposisi yang cukup berpengaruh di Yordania menyatakan menolak kunjungan Paus Benediktus XVI ke negara itu. Zaki Bani, ketua IAF juga mendesak pemerintah Yordania untuk menekan Paus agar minta maaf atas pernyataan yang dilontarkannya tahun 2006 lalu.
"Pemerintah harus menekan Paus untuk minta maaf karena telah menyinggung perasaan lebih dari 1,5 milyar umat Islam di dunia. Jika Paus tidak minta maaf, kedatangannya tidak akan diterima di Yordania," kata Zaki Bani Raheid dalam suratnya yang dikirimkan ke Perdana Menteri Yordania, Nader Dahabi.
Dalam surat itu, Zaki menyatakan bahwa Paus telah menghina Islam dan Rasulullah Muhammad saw dan harus minta maaf secara terbuka. Zaki mengirimkan surat tersebut setelah juru bicara Ikhawanul Muslimin, Jamil Abu Bakar mendesak agar Paus membatalkan kunjungannya ke Yordania.
"Meski kungungannya merefleksikan hubungan yang baik antara Muslim dan Kristiani, tapi sikapnya yang provokatif tidak sejalan dengan tujuan kunjungannya itu," kata Abu Bakar.
Dalam pidatonya di sebuah universitas Jerman pada bulan September 2006 lalu, Paus Benediktus mengutip pernyataan kekaisaran Kristen abad pertengahan yang menyebut ajaran yang dibawa Rasulullah Muhammad saw adalah ajaran "jahat dan tak berperikemanusiaan."
Pernyataan Paus itu memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Muslim di berbagai negara termasuk di Yordania melakukan aksi protes selama berhari-hari. Aksi protes mereda ketika Paus menyatakan "penyesalan yang mendalam" atas pernyataannya itu. Namun Paus menilai umat Islam telah salah paham menaggapi pernyataannya tentang Rasulullah Muhammad saw.
IAF adalah faksi politik yang berafiliasi pada gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Sebagai kelompok oposisi, posisi IAF cukup diperhitungkan di Yordania. IAF memiliki enam perwakilan dari 110 anggota majelis rendah Yordania. (ln/France24)
Lainnya (Arsip)
- Mereka Yang Meletakkan Tangan dan Senjatanya, Bukanlah Taliban
Jumat, 24/04/2009 10:21 WIB - IMF Pun Terguncang Badai Krisis Ekonomi Dunia
Jumat, 24/04/2009 10:11 WIB - Abu Umar Al-Baghdadi Pimpinan Negara Islam Irak Telah Ditangkap?
Jumat, 24/04/2009 09:54 WIB - Taliban Ciptakan Tempat 'Berlindung' Yang Aman di Jantung Pakistan
Jumat, 24/04/2009 09:14 WIB - Asmaa Abdul Hamid, Muslimah Berjilbab di Kancah Politik Denmark
Kamis, 23/04/2009 17:00 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




