Kelompok 'Sesat' Maroko Serukan Masyarakat Untuk Batalkan Puasa di Siang Hari

Kamis, 17/09/2009 09:41 WIB | Arsip | Cetak

Sebuah kelompok warga Maroko menyerukan supaya orang-orang diizinkan untuk makan dan minum di depan umum selama bulan suci Ramadhan telah menimbulkan kemarahan dari para Ulama dan para Ulama meminta pemerintah segera mengambil tindakan tegas atas seruan tersebut.

Kelompok pemuda Maroko, yang menyebut gerakan mereka sebagai "Gerakan Alternatif untuk Pertahanan Hak Individu", menyerukan penghapusan undang-undang yang mengkriminalisasi tindakan makan dan minum di depan publik pada bulan Ramadhan sebelum tibanya waktu berbuka puasa.

Menurut hukum Maroko, warga negara yang beragama Islam yang membatalkan puasa mereka pada siang hari di bulan Ramadhan (seperti makan dan minum) tanpa alasan yang dapat diterima agama akan menghadapi tuntutan hukum enam bulan penjara dan denda sebesar 120 dirham ($ 15.5).

Anggota-anggota kelompok ini mengadakan rapat umum di sebuah taman umum di kota pesisir Muhammadiya, yang terletak antara ibukota Casablanca dan Rabat. Para demonstran - sebagai sikap penentangan terhadap hukum Maroko itu, mereka membatalkan puasa mereka dengan memakan sedikit roti, yang kata mereka melambangkan penolakan mereka terhadap undang-undang yang menginjak-injak kebebasan masyarakat.

Namun demonstrasi, ini tidak bertahan lama karena para demonstran, yang dipimpin oleh seorang aktivis jurnalis perempuan ini langsung dibubarkan oleh polisi dan sebagian dari mereka ditahan.

Insiden itu menyebabkan kemarahan di masyarakat dan para dewan Ulama kota Muhammadiya yang kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kelompok tersebut dan menyebut kegiatan demonstrasi mereka yang menolak peraturan/hukum yang dapat mengkriminalkan orang yang berbuka puasa di siang hari sebagai tindakan yang bertentangan dengan aturan Allah dan Nabi Muhammad SAW.

"Mereka sedang mencoba menabur benih-benih penghasutan dengan mencoba untuk membatalkan salah satu rukun Islam," kata salah satu pernyataan. "Mereka ingin mencoba menghancurkan masyarakat dengan dalih melindungi kebebasan pribadi."

Pernyataan tersebut juga emperingatkan bahwa protes seperti itu akan mengancam keIslaman konservatif masyarakat Maroko yang mematuhi ajaran-ajaran dan keyakinan Islam.

"Kami tidak menyadari konspirasi seperti yang dilakukan oleh kelompok ini akan menyebabkan sebuah," kata pernyataan itu.

Bagi aktivis hak asasi manusia, Wahid al-Damshaqi, para pendemo yang berfokus pada kebebasan pribadi bukanlah merupakan prioritas bagi warga Maroko.

"Hak untuk makan dan minum di tempat umum selama bulan Ramadhan bukan merupakan kebutuhan dasar bagi sebagian besar orang Maroko," katanya kepada Al Arabiya.

Damshaqi memperingatkan bahwa konsekuensi dari inisiatif tersebut mungkin berubah menjadi berbelok dari tujuannya semula.

Damshaqi menambahkan serta memperingatkan bahwa "kampanye berbuka puasa" bisa mempengaruhi serta merugikan dan akan menyebabkan kemarahan sebagian besar warga Maroko yang konservatif dan yang tidak akan mengizinkan orang untuk mengutak-atik keyakinan agama mereka.

"Sebuah perjuangan akan terjadi dan pihak lain mungkin mengambil keuntungan dari itu."

Sebagai contoh, kelompok-kelompok ekstremis mungkin mendeklarasikan perang suci pada pihak penyelenggara kampanye ini.

"Saya tidak berpikir mereka akan mampu menghadapi ini," ia menyimpulkan.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang