Keluarga Corrie Perjuangkan Nasib Anaknya Meski Dihambat Israel
Setelah mendapat tekanan dari AS, Israel akhirnya bersedia mengabulkan visa empat aktivis dari organisasi International Solidarity Movement untuk bersaksi dalam kasus Rachel Corrie, seorang aktivis asal AS yang tewas di Jalur Gaza pada bulan Maret 2003 setelah tentara Israel melindasnya dengan buldoser.
Peristiwa itu terjadi ketika Corrie dan beberapa aktivis lainnya mencoba menghentikan tentara-tentara Israel yang akan menggusur rumah-rumah warga Palestina di Rafah. Corrie menjadikan dirinya sebagai tameng hidup dan tentara Zionis tanpa ampun melindasnya hingga tewas.
Keluarga Corrie menggugat pemerintah Israel secara hukum atas insiden itu, karena Israel tidak menyelidiki kasus ini dengan serius. Persidangan gugatan keluarga Corrie dijadwalkan digelar di pengadilan Distrik Haifa dua minggu lagi. Tapi, kementerian pertahanan Israel mencoba menghambat jalannya persidangan. Kementerian itu menolak permintaan keluarga Corrie agar Dr Ahmed Abu Nakira diijinkan masuk ke Israel untuk bersaksi dalam kasus Corrie.
Dr Abu Nakira adalah dokter yang bekerja di Rumah Sakit Al-Najar di Rafah dan yang memeriksa kondisi Corrie setelah kejadian. Dokter Nakira pula yang ketika itu memastikan bahwa Corrie tewas akibat tindakan brutal tentara Zionis.
Permintaan kuasa hukum keluarga Corrie, Hussein Abu Hussein agar Dokter Abu Nakira memberi kesaksian lewat video konferensi juga ditolah pihak Israel dengan alasan cara itu sulit untuk memastikan identitas saksi dan untuk menunjukkan dokumen-dokumen di pengadilan."
Keluarga Corrie lalu mengontak asisten Menteri Luar Negeri AS bidang hak asasi manusia, Michael Posner yang beberapa minggu lalu berkunjung ke Israel terkait laporan Goldstone tentang agresi Israel Gaza tahun 2008. Pada Posner, keluarga Corrie menceritakan sikap pemerintah Israel yang mempersulit proses hukum terhadap kasus yang menimpa puterinya. Setelah itu, Kongres AS dan Departemen Luar Negeri melakukan tekanan pada Israel agar melakuan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan atas kasus Corrie, seperti yang pernah dijanjikan PM Israel Ariel Sharon pada bulan Maret 2003 pada George W. Bush, presiden AS ketika itu.
Karena tekanan AS, Israel akhirnya mengizinkan saksi-saksi dari Inggris dan AS, termasuk seorang aktivis yang diusir oleh Israel, masuk ke negara Israel untuk memberikan kesaksian dalam kasus gugatan sipil (keluarga Corrie) terhadap kementerian pertahanan Israel. Dan kementerian dalam negeri Israel sudah memberitahuan Abu Hussein tentang izin tersebut. (ln/PalTel)
Lainnya (Arsip)
- Parlemen Israel Tolak Bahas Kasus Pembunuhan Mabhuh
Rabu, 24/02/2010 14:31 WIB - Presiden Nigeria Umaru Yar'Adua Pulang
Rabu, 24/02/2010 13:54 WIB - Orang Kedua Al-Qaidah Kecam Keterlibatan Pasukan Turki di Afghanistan
Rabu, 24/02/2010 13:37 WIB - Tak Bakal Menang di Afghanistan
Rabu, 24/02/2010 13:35 WIB - Pemerintah Bangladesh Menangkap Ribuan Aktivis Partai Islam
Rabu, 24/02/2010 13:03 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




