Kematian Akibat Flu Babi Mengintai Penduduk AS

Jumat, 13/11/2009 12:58 WIB | Arsip | Cetak

Lembaga pemantauan penyakit di AS, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat peningkatan tajam korban tewas maunpun yang terinfeksi virus flu babi di Negeri Paman Sam. CDC menyatakan, perhitungan jumlah korban tewas maupun yang terinfeksi lebih akurat dengan menggunakan metode baru perhitungan yang mereka gunakan.

Menurut CDC, jumlah korban tewas akibat flu babi di AS sudah mendekati angka 4.000 orang, 540 diantaranya adalah anak-anak. Padahal awalnya AS mempekirakan jumlah korban tewas akibat virus flu babi hanya 672 orang di seluruh AS. Tapi data menunjukkan, dalam enam bulan terakhir, sekitar 22 juta penduduk AS terinfeksi virus tersebut dan 98.000 orang diantaranya terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit.

"Itu baru jumlah pada enam bulan pertama dan saya mempekirakan jumlahnya akan terus meningkat," kata Dr Anne Schuchat dari CDC.

Anne menambahkan, sulit diketahui berapa persisnya peningkatan itu akan terjadi. Tapi, menurut Anne, data statistik terbaru menunjukkan "gambaran yang cukup besar tentang perkembangan situasi selama enam bulan pertama sejak wabah menyebar." CDC mempekirakan, selama enam bulan terakhir, jumlah korban tewas akibat flu babi di AS mencapai 3.900 orang.

Menurut Dr Anne, anak-anak yang paling rentan menghadapi resiko kematin akibat flu babi. Menurutnya, jumlah penderita flu babi usia anak-anak di AS sekarang mencapai delapan juta orang. Dari jumlah itu, 36.000 anak-anak dirawat di rumah sakit dan 540 anak-anak meninggal dunia.

Lebih lanjut Anne mengatakan, jumlah penderita flu babi di kalangan anak-anak dipekirakan akan bertambah empat kali lebih besar dari perkiraan awal. "Kami akan terus memperbarui jumlah korban pandemi, setiao tiga atau empat minggu sekali," janji Dr Anne.

Untuk mencegah makin meluasnya penyebaran flu babi, otoritas kesehatan di AS menyedikan lebih dari 41,6 juta ton vaksin yang akan didistribusikan ke seantero AS.

Data WHO menyebutkan, sampai pekan kemarin, jumlah korban flu babi di seluruh dunia, sudah melewati angka 6.000 orang. Virus flu babi pertama kali berjangkit di Meksiko dan menyebar dengan cepat ke berbagai negara. (ln/bbc/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang