Inggris : Jangan Sebut Islam dengan Fundamentalis

Minggu, 06/12/2009 07:28 WIB | Arsip | Cetak

Kementrian kantor pelayanan telah melarang penggunaan kata-kata seperti Islamis dan fundamentalis - karena dalam beberapa kasus dapat menyinggung perasaan umat Muslim.

Delapan halaman dari daftar panduan "Whitehall" menyebutkan bahwa dilarang menggunakan kata-kata tersebut ketika berbicara tentang terorisme di depan umum dan harus memberikan alternatif kata yang lebih baik secara politis.

Mereka menjelaskan untuk tidak merujuk kepada ekstremisme Muslim sebagai menghubungkan Islam dengan kekerasan. Sebaliknya, mereka didesak untuk berbicara tentang terorisme atau ekstremisme kekerasan.

Kata-kata Fundamentalis dan Jihadis juga dilarang digunakan karena mereka akan membuat "eksplisit link" antara Muslim dan teror.

Kementrian kantor pelayanan menyatakan bahwa harus menyebutkan dengan kata-kata seperti penjahat, pembunuh atau preman sebagai gantinya. Radikalisasi harus disebut dengan cuci otak dan berbicara tentang Islam moderat atau radikal harus dihindari karena dapat menyebabkan "perpecahan ditengah masyarakat".

Kata Islamofobia juga tidak boleh digunakan karena dapat diterima sebagai "sebuah penghinaan kepada umat Muslim".

Panduan ini dibuat oleh unit Riset rahasia, Informasi dan Komunikasi pada kementrian kantor pelayanan Inggris, untuk "menghindari mengatakan secara tidak langsung bahwa komunitas tertentu disalahkan" untuk kasus terorisme. Hal ini mengatakan bahwa lebih dari 2.000 orang yang bisa dituduh terlibat dalam rencana teror.

Kementrian kantor pelayanan Inggris juga mengatakan : "Ini adalah tentang penggunaan bahasa yang pantas digunakan yang memiliki dampak kontra-terorisme. Sangatlah bodoh untuk melakukan hal lain."(fq/ts)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang