Inggris : Jangan Sebut Islam dengan Fundamentalis

Kementrian kantor pelayanan telah melarang penggunaan kata-kata seperti Islamis dan fundamentalis - karena dalam beberapa kasus dapat menyinggung perasaan umat Muslim.
Delapan halaman dari daftar panduan "Whitehall" menyebutkan bahwa dilarang menggunakan kata-kata tersebut ketika berbicara tentang terorisme di depan umum dan harus memberikan alternatif kata yang lebih baik secara politis.
Mereka menjelaskan untuk tidak merujuk kepada ekstremisme Muslim sebagai menghubungkan Islam dengan kekerasan. Sebaliknya, mereka didesak untuk berbicara tentang terorisme atau ekstremisme kekerasan.
Kata-kata Fundamentalis dan Jihadis juga dilarang digunakan karena mereka akan membuat "eksplisit link" antara Muslim dan teror.
Kementrian kantor pelayanan menyatakan bahwa harus menyebutkan dengan kata-kata seperti penjahat, pembunuh atau preman sebagai gantinya. Radikalisasi harus disebut dengan cuci otak dan berbicara tentang Islam moderat atau radikal harus dihindari karena dapat menyebabkan "perpecahan ditengah masyarakat".
Kata Islamofobia juga tidak boleh digunakan karena dapat diterima sebagai "sebuah penghinaan kepada umat Muslim".
Panduan ini dibuat oleh unit Riset rahasia, Informasi dan Komunikasi pada kementrian kantor pelayanan Inggris, untuk "menghindari mengatakan secara tidak langsung bahwa komunitas tertentu disalahkan" untuk kasus terorisme. Hal ini mengatakan bahwa lebih dari 2.000 orang yang bisa dituduh terlibat dalam rencana teror.
Kementrian kantor pelayanan Inggris juga mengatakan : "Ini adalah tentang penggunaan bahasa yang pantas digunakan yang memiliki dampak kontra-terorisme. Sangatlah bodoh untuk melakukan hal lain."(fq/ts)
Lainnya (Arsip)
- "Gaza 2009" Menangkan Cairo International Film Festival 2009
Sabtu, 05/12/2009 06:26 WIB - Lempari Supporter Kuwait, Indonesia Didenda 100 Juta
Sabtu, 05/12/2009 06:19 WIB - Kisah Pembantaian Terhadap Muslim Rwanda di Filmkan
Sabtu, 05/12/2009 05:07 WIB - Al-Shabaab Bantah Terlibat Pembunuhan Ketiga Menteri Somalia
Jumat, 04/12/2009 16:58 WIB - Rabbi Yahudi Perancis: Eropa Harus Mengubah Pandangannya Terhadap Islam
Jumat, 04/12/2009 15:55 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




