Kepedulian Muslim Amerika Pada Keluarga Korban Fort Hood

Kamis, 12/11/2009 16:04 WIB Cetak |  Kirim

Islamic Society of North America (ISNA)-wadah Muslim di Kanada dan Amerika Utara-bersama sejumlah organisasi Muslim Amerika lainnya seperti Muslim Public Affairs Council (MPAC), American Arab Anti-Discrimination Committee (ADC) dan American Muslims in the Armed Forces, menggelar kegiatan “Fort Hood Family Fund”.

Kegiatan itu berupa penggalangan dana untuk keluarga korban penembakan Fort Hood sekaligus kampanye untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan tidak mengajarkan kekerasan. "Kami ingin menekankan bahwa umat Islam peduli dengan mereka yang sedang mengalami masa-masa yang sulit," kata Louay Safi, direktur komunikasi dan pengembangan kepemimpinan ISNA.

Menurutnya, para pemuka Muslim di Amerika mengemukakan ide ini setelah mereka mengetahui insiden di Fort Hood dan mereka sepakat inilah saatnya kesempatan bagi mereka untuk memberi teladan atas apa yang telah mereka dakwahkan pada umat.

Dalam kegiatan ini, ISNA menyerukan seluruh masjid di Amerika untuk mengajak jamaahnya memberikan sekedar donasi. ISNA juga menyatakan, penggalangan dana ini terbuka bagi non-Muslim yang ingin berpartisiasipasi memberikan bantuan dana.

Organisasi-organisasi Muslim yang terlibat dalam program ini berharap bisa menggalang dana jutaan dollar untuk membantu para keluarga korban penembakan Fort Hood. Program semacam ini pernah mereka lakukan untuk membantu para korban Badai Katrina di AS beberapa tahun yang lalu.

Menurut Safi, pihaknya sudah mengontak orang-orang di kemiliteran dan sejumlah organisasi tentara untuk mencari informasi bagaimana sebaiknya dana itu nantinya disalurkan. Militer AS sendiri menilai positif insiatif yang dilakukan Muslim AS.

"Semua kelompok agama di AS memberi bantuan pada para korban, ini sebuah tindakan baik," kata Jubir Militer AS, Letnan Kolonel Nathan Banks.

Media massa di AS juga memberikan reaksi positif dan dukungan atas inisiatif komunitas Muslim Amerika. Di sisi lain, ISNA menyayangkan sikap sebagian kecil komunitas Muslim yang memberikan reaksi negatif. (ln/iol)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG