Kepolisian Dubai: Para Tersangka Pembunuh Mabhuh Sembunyi di Israel
Kepala polisi Dubai mengatakan pada hari Senin kemarin (1/3) bahwa para tersangka pembunuh pemimpin Hamas di emirat sebulan yang lalu, saat ini sedang bersembunyi di Israel untuk menghindari penangkapan oleh interpol dan dirinya mendesak negara Yahudi tersebut bertanggung jawab atas 'perang' yang mereka ciptakan.
Mahmud al-Mabhuh, seorang pendiri sayap militer dari gerakan Islam Palestina Hamas, ditemukan tewas di kamar hotel Dubai pada 20 Januari. Kepolisian pada hari Ahad lalu mengatakan, kematian Mabhuh akibat dibius kemudian dicekik hingga tewas.
"Saya katakan para tersangka pembunuh Mabhuh saat ini berada di Israel. Israel sendiri yang mengatakan mereka berada di Israel," kata kepala polisi Dubai Letnan Jenderal Dahi Khalfan kepada jumpa pers di ibukota Emirat Senin kemarin. "Jika mereka tinggal di Israel, mereka tidak bisa ditangkap."
Namun tetap saja pada akhirnya mereka akan meninggalkan Israel dan kemudian dapat ditahan, ia menambahkan, merujuk pada daftar tersangka yang diteruskan ke pihak Interpol.
Dua belas warga Inggris, enam Irlandia, empat Perancis, tiga Australia dan satu paspor Jerman digunakan oleh 26 tersangka, menurut polisi Dubai, yang mengatakan bahwa mereka telah melarikan diri dari selatan emirat Teluk pada penerbangan ke Eropa dan Asia.
Polisi mengatakan mereka yakin agen mata-mata Israel Mossad melaksanakan gaya Perang Dingin dalam membunuh.
Khalfan juga mengatakan badan intelijen Israel Mossad telah menghina Dubai dan agen-agen mereka menggunakan paspor dalam pembunuhan Mabhouh.
"Mossad seharusnya tidak datang kepada kami. Kami tidak melakukan apa-apa terhadap Israel. Ini merupakan penghinaan terhadap kami, kepada Britania, Australia, Jerman dan Selandia Baru dan itu sangat memalukan," kata Khalfan.
"Di masa depan, mereka yang kita mencurigai membawa kewarganegaraan ganda (termasuk Israel) akan diperlakukan sangat hati-hati," katanya.
Israel belum menetapkan ataupun membantah peran mereka dalam pembunuhan Mabhuh, namun menteri luar negeri Israel dengan tegas mengatakan mereka tidak bisa dikaitkan dengan pembunuhan tersebut.
UAE, termasuk salah satu negara Arab yang mendukung Palestina menjadi sebuah negara merdeka dan mengakhiri pendudukan Israel, dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. (fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Pembantai Muslim Bosnia Mengaku Tidak Bersalah
Senin, 01/03/2010 16:10 WIB - Dua Tersangka Pembunuh Al-Mabhuh Kabur ke AS
Senin, 01/03/2010 15:30 WIB - Kelompok Islam Aljazair Tolak Penghapusan Hukuman Mati
Senin, 01/03/2010 14:28 WIB - Dewan Muslim Denmark Serukan Hentikan Boikot Terhadap Denmark
Senin, 01/03/2010 13:49 WIB - Muslim Australia: "Sediakan Makanan Halal di McDonald's Faulkner!"
Senin, 01/03/2010 13:43 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




