Ketika Dua Agen FBI Diundang ke Masjid Nashville

Ketegangan akibat rencana pembangunan masjid di dekat Ground Zero belum reda, para pemuka muslim di AS berdebat soal kehadiran dua agen FBI di sebuah masjid di Nashville, Sabtu (28) malam lalu. Kedua agen FBI itu bahkan menggelar diskusi soal penyelidikan kasus pembakaran area yang akan menjadi tempat lokasi pembangunan masjid di Mufreesboro. Saat salat berjamaah, kedua FBI itu menyingkir dan mengamati di bagian belakang.
Ibrahim Hooper, juru bicara Council on American-Islamic Relations (CAIR) di Washington mengkritik pengelola masjid di Nashville yang medatangkan dua agen FBI itu ke masjid tersebut.
"Saya pikir tindakan itu sangat tidak tepat karena akan menimbulkan ketakutan di rumah tempat ibadah itu, dan selama ini kami selalu mengkhawatirkan jika para agen itu mengumpulkan informasi dari jamaah yang awam," kata Hooper.
Sejak peristiwa serangan 11 September 2001, komunitas muslim sering terlibat ketegangan dengan FBI. FBI mencoba mencapai komunitas Muslim tapi juga berusaha memata-matai gerak warga muslim dan memasang tanda bahaya seolah-olah akan ada serangan teror. Koalisi sejumlah ormas Islam di AS, tahun 2009 lalu bahkan mengancam akan membatalkan kerjasama dengan FBI karena lembaga intelijen AS itu sudah melakukan penyusupan ke masjid-masjid.
Sekarang, di saat sedang panas-panasnya perdebatan rencana pembangunan masjid di dekat Ground Zero, ada komunitas Muslim yang mau menerima kehadiran agen FBI di masjid. Amir Arain, juru bcara Islamic Center Nashville yang mengundang dua agen FBI itu membela diri dan rmengatakan bahwa komunitas muslim merasa yakin bahwa FBI telah membantu dan mendukung mereka serta yakin tidak akan terjadi insiden apapun di masjid mereka.
"Ada kejahatan yang bernuansa kebencian (insiden pembakaran di Mufreesboro), sehingga FBI harus dilibatkan," tukas Arain.
Selama setahun ini, setidaknya terjadi tiga kali serangan dan vandalisme ke area majid Mufreesboro. Agen Khusus FBI di kantor perwakilan Nashville, Scott Augenbaum mengatakan bahwa dua anak buahnya hadir ke masjid karena diundang sebagai tamu. Ia juga menegaskan bahwa kejahatan bernuansa kebencian dan pelanggaran hak sipil menjadi prioritas kerja FBI.
"Kami sudah lama menjalin hubungan dengan komunitas Muslim. Penting bagi kami untuk membangun jembatan, guna membangun hubungan ini," kata Augenbaum.
Sehari setelah kehadiran dua agen FBI di masjid Nashville, FBI dan sejumlah pemuka muslim di AS melakukan pertemuan di kantor kejaksaan agung di Nashville untuk meredam kekhawatiran soal aksi-aksi kekerasan, terutama terhadap masjid-masjd.
Juru bicara panitia pembangunan masjid di Mufreesboro, Saleh Sbenaty mengatakan, setelah peristiwa kebakaran di area yang akan menjadi lokasi masjid, banyak warga Muslim yang ketakutan tapi mereka tetap akan melanjutkan pembangunan masjid itu.
Ia mengatakan, harus ada penegakan hukum ditempat-tempat ibadah, tapi yang dilibatkan sebaiknya polisi bukan FBI. "Ada hal-hal yang sensitif tentang FBI. Warga berpikir FBI cepat dalam melakukan penyelidikan kasus-kasus terorisme dibandingkan ketika mereka meneror komunitas Muslim," kata Sbenaty.
Ketua nasional American Muslim Taskforce on Civil Rights and Elections Agha Saeed, termasuk pemuka muslim yang memuji kehadiran agen FBI di tengah komunitas Muslim. "Itulah yang harus dilakukan FBI," kata Saeed, meski tahun lalu organisasi yang dipimpinnya diancam akan dihentikan kegiataannya oleh FBI. Organisasi itu juga menyebut hubungan komunitas Muslim dan FBI "bermasalah." (ln/isc/WP)
Lainnya (Arsip)
- Lelaki Yang Melarang Jilbab Itu Terjerat Skandal Pornografi?
Jumat, 03/09/2010 09:33 WIB - 28 Orang Tewas Akibat Ledakan di Lahore
Kamis, 02/09/2010 13:04 WIB - Pusat Konflik Palestina-Israel Pindah ke Washington
Kamis, 02/09/2010 10:25 WIB - Ringtone Ponsel Rusak Suasana 10 Terakhir Ramadhan di Masjidil Haram
Kamis, 02/09/2010 09:48 WIB - Memoar Tony Blair Atas Perang Irak Dianggap "Air Mata Buaya"
Kamis, 02/09/2010 09:24 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




