Ketika Para Jenderal AS Bertumbangan di Afghanistan

Kegagalan Jenderal David McKiernan di Afghanistan adalah sebuah peringatan bahwa operasi militer AS mandeg di negara itu. Robert Gates, Menteri Pertahanan AS, bersikukuh bahwa pemecatan McKiernan sebagai komandan AS di Afghanistan hanya sebuah kebutuhan akan 'pemikiran dan dan pendekatan yang baru'.
Tapi pemecatan McKiernan setelah hanya kurang dari setahun bertugas persis seperti kejadian di Perang Dunia I atau II, ketika para jenderal dipecat karena frustrasi dan mandeg di tengah peperangan.
Sebelumnya, McKiernan adalah seseorang yang sangat dihormati dalam milter AS. Dia dianggap berhasil di Iraq, namun menghadapi Afghanistan, ia frustrasi dan stress. Tentaranya mengatakan bahwa McKirenan tidak bisa menghadapi Afghan.
Puncaknya, McKiernan dua pekan lalu mengeluarkan pernyataan bahwa AS tidak akan menang perang di Afghanistan, dan pekan berikutnya ia dilengserkan dari jabatannya. Jelas, pernyataannya membuat Washington marah dan kehilangan muka. Bayangkan, seorang jenderal komandan perang mengatakan hal seperti itu di tengah kondisi pertempuran.
Sebagai gantinya, Pentagon telah menunjuk Jenderal Stanley McChrystal. McChrystal adalah tokoh kunci dalam keberhasilan menaklukan Iraq. Ia dijuluki sebagai "Tentara Biksu" mengacu kesetiaannya pada militer AS. McChrystal hanya berlibur 10 hari dalam setahun dan seringkali mengiringi para tentaranya menyambangi wilayah-wilayah rawan di Iraq. Ia pun tergabung dalam tentara elit kontra-teror Delta Force.
Tahun 2005-2006, ia lah satu-satunya Jenderal yang bertahan di Iraq ketika yang lainnya bertumbangan. Iia didukung penuh oleh Iran ketika itu.
Sekarang, apakah McChrystal akan bertahan di Afghanistan? Medan perang Afghanistan (AS menyebutnya sebagai Af-Park batle space) sangat berbeda dengan Iraq. Di Iraq, walau pun tidak menginginkan AS, rakyat Iraq memang ingin menggulingkan Saddam Hussein, sehingga pada awalnya AS agak mendapat dukungan.
Di Afghanistan, rakyat jelas pro kepada Taliban, target utama AS. Selain itu, Taliban adalah pasukan yang sudah teruji dalam segala medan perang selama puluhan tahun, dan mereka berkeyakinan bahwa melawan AS sama artinya dengan melawan penjajahan. Seperti di Palestina, di Indonesia puluhan tahun yang lalu, dan negara-negara terjajah lainnya sepanjang sejarah, perjuangan melawan penjajahan tak akan pernah bisa dihentikan oleh kekuatan apapun.
McKiernan telah menyadari. Dan Jenderal McChystal tahu betul soal itu, dan akan segera menyadarinya. (sa/bbc)
Lainnya (Arsip)
- Obama "Berubah" Lagi
Kamis, 14/05/2009 08:08 WIB - Bisakah Taliban Dikalahkan?
Kamis, 14/05/2009 07:15 WIB - Mengapa Obama Memilih Mesir?
Rabu, 13/05/2009 17:05 WIB - Anti-Yahudi di Belgia Meningkat Tajam
Rabu, 13/05/2009 16:56 WIB - Obama Mendeklarasikan Mei Bulan Yahudi
Rabu, 13/05/2009 14:05 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




