Kepala Biro Politik Hamas Khaled Meshaal menyatakan, pembangunan pagar baja yang dilakukan oleh pemerintah Mesir di perbatasan Rafah sama artinya Mesir sedang mengobarkan perang baru terhadap warga Gaza.
Pernyataan Meshaal itu ditayangkan oleh stasiun televisi milik Hamas, Al-Quds, Rabu (23/12). "Mereka yang mengharapkan kekalahan kelompok perlawanan tidak senang melihat kemenangan Gaza dan mereka ingin mengunci kelompok-kelompok perlawanan yang telah menunjukkan ketangguhannya di hadapan kaum penjajah," tukas Meshaal.
Pimpinan Hamas yang sedang dalam pengasingan di Damaskus, ibukota Suriah itu menegaskan bahwa perlawanan terhadap rejim Zionis Israel akan tetap terus dilakukan dari Jalur Gaza. Termasuk perlawanan terhadap pembangunan pagar baja yang dilakukan Mesir.
Sebelumnya, pejabat tinggi lembaga bantuan PBB untuk Palestina, Karen Abu Zaid juga mengecam pembanguan pagar baja oleh Mesir. Ia menyatakan, pagar baja yang dibangun Mesir di perbatasan Gaza lebih berbahaya dari Bar Lev Line, pagar pembatas yang dibangun Israel di sepanjang sisi timur Terusan Suez setelah rejim Zionis berhasil merebut Semenanjung Sinai dari Mesir pada Perang Enam Hari tahun 1967.
Sementara itu, ratusan orang berunjuk rasa di sisi selatan perbatasan Gaza-Mesir, memprotes pembanguan pagar baja Mesir. Mereka mendesak Negeri Piramida itu menghentikan pembangunannya dan membantu warga Gaza untuk menghentikan blokade Israel di Gaza yang sudah berlangsung selama dua tahun lebih.
Tapi pihak Mesir nampaknya lebih berpihak pada Zionis Israel dan mencontoh pembangunan tembok pemisah yang dilakukan Israel di Tepi Barat. Meskir membangun pagar baja di bawah tanah dengan tujuan untuk menutup akses terowongan-terowongan bawah tanah yang digali warga Gaza agar bisa mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari yang sulit mereka temui di Gaza akibat blokade Israel. (ln/prtv)
Agus Setiawan : Treasury Syariah Perlu Komitmen!
Masih kurangnya perhatian perbankan syariah mengenai masalah Treasury (asset and liability management) membuat Agus Setiawan selaku candidate CIBF (Certified Islamic Banking a...
Owner Manet: Bank Syariah Harus Bangun Relationship
Bank syariah rupanya masih dipandang belum sesempurna bank konvensional di kalangan pebisnis. Mereka sudah merasa aman dengan ‘hanya’ menitipkan dana pribadi ke ba...
iB Raih ?The New Wave Currency? Marketeers Award 2010 di IIMS
Perbankan Syariah Bank Indonesia memperoleh penghargaan sebagai The New Wave Currency oleh MarkPlus, Inc bekerja sama dengan Marketeers pada pameran Indonesia International ...
Bank Muamalat Indonesia Selesai Right Issue, Saatnya Tingkatkan Asset
Right Issue Bank Muamalat Indonesia (BMI) telah selesai dilaksanakan dengan total capaian Rp673 milYar. Komposisi pemegang Saham yang berhasil dilakukan adalah IDB 32%, SETCO ...
Saya ingin mengasuh bayi saya sendiri tanpa harus ada campur tangan mertua, terlebih lagi mertua saya terlalu memanjakan bayi saya, keluar areal rumah ndak dikasi, bahkan hanya untuk berkunjung ke tetangga ndak boleh.
Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."
Apa itu UK ? United Kingdom ? Bukan ! Di ACT, UK jadi akronim dari Universitas Kerelawanan. UK adalah salah satu program ACT untuk membina dan mengorganisir masyarakat relawan di seluruh Indonesia.