Khalid Misyaal Diam-Diam Telah Meninggalkan Markas Hamas di Suriah
Pemimpin gerakan Islam Palestina Hamas, Khalid Misyaal, secara efektif telah meninggalkan markasnya di ibukota Suriah, Damaskus, diplomatik dan sumber-sumber intelijen mengatakan pada Jumat kemarin (27/1).
"Misyaal tidak tinggal di Suriah saat ia bisa melakukannya,"kata seorang diplomat di wilayah itu yang berbicara dalam kondisi anonimitas.
Sebuah sumber intelijen regional, yang juga tidak ingin diidentifikasi, mengatakan: "Dia tidak akan kembali ke Suriah. Itu keputusan yang dia buat. Masih ada kehadiran Hamas di sana, tapi itu tidak signifikan."
Damaskus diisolasi dunia internasional setelah pemberontakan berdarah 10-bulan menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dan menjadi negara tidak aman, diplomat itu mengatakan, menambahkan bahwa Misyaal tidak lagi mampu menerima kunjungan internasional di sana.
Analis mengatakan Misyaal juga malu dengan penindasan kekerasan yang dilakukan Assad, dengan lebih dari 5.000 orang dilaporkan tewas. Banyak korban dari pasukan keamanan adalah Muslim Sunni yang bersekutu dengan Ikhwanul Muslimin, yang sangat bergantung pada dukungan Misyaal.
Assad sendiri didukung terutama oleh sekte minoritas syiah Alawit dan minoritas lainnya.
Sumber tersebut mengatakan Misyaal tidak akan secara terbuka menutup markas politik Hamas di Suriah.
"Dalam sebulan terakhir ia mungkin hanya tinggal lima hari di Suriah dan sisanya ia habiskan di Qatar, Turki dan Mesir," kata diplomat itu. "Tapi dia tidak menutup kantor pusat di Suriah secara penuh dan beberapa pejabat Hamas masih ada di sana."
"Keyakinan kami adalah bahwa Hamas tidak akan mengumumkan keberangkatan dari Suriah bahkan jika itu terjadi," tambah diplomat tersebut.
Sumber tersebut mengatakan Misyaal saat ini di Mesir. Tapi tidak ada kesepakatan untuk membuka kantor di Kairo, kata diplomat itu. (fq/reu)
Lainnya (Arsip)
- Kedutaan Suriah Diserbu Demonstran Anti Rezim Assad
Sabtu, 28/01/2012 09:59 WIB - Demonstran Kembali Penuhi Tahrir Square Peringati Revolusi Mesir
Sabtu, 28/01/2012 09:19 WIB - Belanda Berencana Terapkan Larangan Cadar Tahun Depan
Sabtu, 28/01/2012 09:08 WIB - Ribuan Pendukung Jamiat Ulema-e Islam Pakistan Demo Anti AS di Karachi
Sabtu, 28/01/2012 08:54 WIB - Terlibat Film "The Third Jihad" 2 Kelompok Muslim AS Tuntut Kepala Polisi NY Mundur
Jumat, 27/01/2012 17:32 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
Satrio Selamat dari Jantung Bocor
Dari semenjak lahir Satrio, 21 bulan, sudah menderita jantung bocor. Tubuhnya semakin membiru, bapaknya terkendala administrasi untuk mengurus Jamkesmas. Melalui bantuan LKC Dompet Dhuafa dan PT PPA…



