Khamenei: Demonstrasi Pihak Oposisi "Anti Islam"
.jpg)
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan para pemimpin oposisi pada hari Minggu kemarin (13/12) agar menjauhkan diri mereka dari para demonstran yang ia tuduh telah bertindak "melawan Islam". Dan Khamenei menyatakan bahwa persoalan pada pemilihan presiden Iran bulan Juni lalu - kasusnya telah selesai dan ditutup.
"Mereka yang meneriakkan slogan-slogan atas nama orang-orang (pemimpin oposisi), mengusung foto-foto mereka dan berbicara tentang mereka dengan hormat - berada dalam titik yang merupakan kebalikan dari Imam (pendiri revolusi Syi'ah Ayatullah Ruhollah Khomeini), revolusi dan Islam, "kata Khamenei di stasiun televisi negara.
Media resmi Iran menuduh pihak oposisi pro-mahasiswa telah merobek foto Khomeini, selama unjuk rasa berlangsung yang diselenggarakan pada Senin minggu lalu yang berubah menjadi aksi kekerasan ketika pihak oposisi berunjuk rasa untuk memprotes pemerintah.
Mengacu pada sengketa pemilu pada Juni lalu, pihak oposisi mengatakan bahwa Pemilu telah dicurangi oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Khamenei berkata:
"Pemilihan sudah berakhir. Hasil pemilu adalah legal dan mereka tidak bisa membuktikan klaim mereka (adanya kecurangan)."

"Sekelompok massa membuat kerusuhan dan mendorong masyarakt untuk berdiri melawan sistem ... membuka jalan bagi musuh-musuh kita yang telah putus asa untuk merusak revolusi Islam (Syi'ah)."
Pengawal elit Revolusi mendesak adanya peradilan pada hari Minggu kemarin untuk menghadapi demonstran dengan "cara revolusioner" terhadap orang-orang yang berada di belakang "penghinaan" kepada Imam Syi'ah Ayatollah Khomeini.
Khamenei mengatakan rapat umum oposisi yang dilakukan pihak oposisi adalah ilegal.
"Mereka secara terbuka melanggar hukum, mereka menghina Imam Khomeini," katanya.
Pemimpin tertinggi Iran tersebut mendesak pihak berwenang untuk mengidentifikasi "orang-orang yang berada di belakang penghinaan terhadap imam Syi'ah Khomeini."(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Mahasiswa Mesir Tolak Kritikan Dr. Muhibbin Terhadap Shahih Bukhari
Senin, 14/12/2009 13:16 WIB - Sana'a Tuding Teheran Dalang Perang Sa'dah
Senin, 14/12/2009 13:12 WIB - Kronologi Revolusi 1989, dan Hancurnya Komunisme Global
Senin, 14/12/2009 10:51 WIB - Sebuah Mesjid Di Rusia Akan Dilelang
Senin, 14/12/2009 10:43 WIB - NATO Berjanji Kirim 7.000 Tentara ke Afghanistan
Senin, 14/12/2009 10:40 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




