Kisah Syaikh Yordania Pimpin Organisasi Poligami

Minggu, 27/09/2009 09:14 WIB | Arsip | Cetak

Bisa jadi, kisah Syaikh Nashri Abou Gholus tampak unik dan "khayali", namun ternyata begitulah kenyataannya yang terjadi pada seorang syaikh asal Yordania berusia 58 tahun itu. Selama hidupnya, Gholus menikah dengan 15 orang perempuan dan dari pernikahannya itu ia dikaruniai 31 orang anak.

Gholus sendiri menjabat sebagai wakil ketua organisasi poligami (Jam'iyyah Ta'addud az-Zawjat). Jabatan tersebut tertulis dengan sangat jelas pada kartu namanya. Selain itu, Gholus juga menjuluki dirinya sebagai "juru dakwah untuk menyelamatkan gadis-gadis Muslimah" (ad-da'i ila sitr banat al-muslimin).

Di atas kartu namanya, tertera ayat suci Alqur'an "”Nikahilah perempuan-perempuan yang kamu cintai, dua, tiga atau empat", dan di pojok kirinya terdapat gambar bulan sabit yang dihiasi empat buah bintang yang berbeda warna.

Kepada kanal berita raksasa Timur Tengah, Aljazeera (25/9), Gholus menjelaskan jika, "bintang itu adalah simbol lelaki, sementara keempat bintang itu adalah simbol perempuan yang telah dihalalkan Allah untuk kita para lelaki".

Ditambahkannya, "saya sengaja memberikan simbol keempat bintang itu dengan warna yang berbeda-beda, karena memang perempuan itu tidaklah sama".

Terkait organisasi "poligami" yang digelutinya, Gholus mengaku dirinya hanya sebagai wakil dari seorang Syaikh asal Saudi Arabia yang beristri lebih banyak darinya. "Ia memiliki 20 istri, dan dari semua itu ia dikaruniai 60 anak".

Gholus, yang berprofesi sebagai penjual obat-obatan di ibu kota Amman, menjelaskan bahwa justru dalam ajaran Islam, poligami adalah asas dan asal utama ajaran. Sedangkan, beristri satu adalah "pengecualian" yang tidak dianjurkan oleh syariat Islam.

Wah, wah, jika ada model pemikiran seperti Syaikh Gholus ini di Indonesia, bagaimana ya kira-kira (L2/jzr)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang