Klarifikasi Nik Aziz : "Tidak Ada Bai'at Cerai Dalam Kepala Saya"
Mursyid Aam PAS Tuan Guru Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat selasa kemarin (10/11) telah membantah adanya sumpah setia (Bai'at) bagi anggota legislatif dari PAS yang akan menceraikan istrinya bila membelot ke partai lain ataupun berhenti dari partai.
Berita tentang bai'at atau sumpah setia yang bersyarat harus menceraikan istri jika melanggar sumpah setia ini tak ayal membuat kontroversi di Malaysia
Sebelumnya seperti diberitakan Eramuslim mengutip dari situs Islamonline, bahwa sumpah setia aleg PAS akan menceraikan istri jika seandainya nanti berhenti atau membelot ke partai lain.
Menteri besar (gubernur, red) Kelantan Tuan Guru Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat mengatakan bahwa isu tersebut sengaja dihembuskan dan dibesar-besarkan oleh pihak-pihak tertentu di kalangan orang Islam sendiri yang dengki terhadap perjuangan PAS yang telah diterima dikalangan masyarakat umum.
"Sebenarnya PAS ini telah didengki oleh orang Islam sendiri, karena partai ini akhir-akhir ini berkembang pesat maka golongan sekuler berusaha dan mencari cara untuk menjelek-jelekkan PAS dan menggugat kedudukan PAS."
"Di Kelantan, isu bai'at talak (sumpah setia) ini belum muncul," katanya kepada media di Kota Bharu Selasa kemarin, mengulas isu yang ditimbulkan oleh anggota parlemen PAS di Shah Alam, Khalid Samad baru-baru ini.
“Benda ni tak ada dalam kepala saya, tidak ada bai’ah -bai’ah (talak tiga) ni, tidak ada bunyi khabar pun benda ni di Kelantan,” katanya.
Khalid, mengakui dirinya menghendaki adanya persyaratan bagi pemimpin-pemimpin partai (aleg PAS) melafazkan bai'at sumpah taat setia bahwa akan jatuh talak tiga terhadap isteri masing-masing jika mereka mengkhianati partai.
Namun Naib (wakil) Presiden PAS Salahuddin Ayub berkata bahwa Majelis Syura Ulama PAS tidak pernah mengeluarkan aturan ataupun persyaratan bai'at yang mengharuskan para aleg dan pemimpin-pemimpin PAS untuk melafazkan bai'ah seperti itu.
Akan tetapi anggota pengurus pusat PAS yang juga pejabat di kerajaan negeri Kelantan - Datuk Husam Musa mempertahankan harus adanya sumpah janji setia (bai'at) bagi aleg PAS dengan alasan untuk mencegah mereka dapat dibeli oleh UMNO, namun tidak mensyaratkan harus menceraikan istri mereka bila melanggar janji.
"Tidak ada partai maupun pegawai pemerintah yang tidak membuat janji setia..seperti saya berjanji, semua melakukannya namun tidak sampai adanya persyaratan jika melanggar harus menceraikan istri,"ujarnya lagi.
"Kita menikah dengan orang pun ada tanda tangan, ijab qabul, ijab qabul itu sendiri merupakan sumpah setia," katanya.
Reaksi dari isu kontroversi tersebut pihak kerajaan Malaysia menginginkan kepimpinan PAS memberi penjelasan mengenai tuduhan adanya bai'at seperti itu.
Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Jamil Khir Baharom berkata ini karena pihak kerajaan melihat bai'at adalah suatu keputusan yang hanya dibuat sebelah pihak tanpa perbincangan dengan pihak wanita.
Bagaimanpun Nik Abdul Aziz mengakui sebelum calon legislatif PAS ikut dalam pemilu disyaratkan ada sumpah setia dan hal tersebut terdapat dalam poin-poin persyaratan bagi caleg PAS yang akan maju sebagai tanda setia kepada Partai.
Ditanya mengenai bentuk dari sumpah janji setia atau bai'at di kalangan PAS Selangor, Tuan Guru Nik Aziz berkata sebagai menteri besar (gubernur) Kelantan masalah Selangor adalah masalah individu dan terserah kepada pejabat disana untuk menyelesaikannya.
Di KUALA LUMPUR, Presiden PAS Datuk Abdul Hadi Awang berkata, PAS tidak akan mengambil sebuah tindakan atau memberikan penjelasan lanjut mengenai isu bai'at talak karena menganggap isu itu telah selesai.
Abdul Hadi berkata, persoalan itu hanya dibesar-besarkan oleh media dan bukannya para anggota PAS.
Sementara itu, Salahudin Naib PAS berkata, partai tidak akan mengambil tindakan terhadap Khalid yang membuat pernyataan pribadi terkait persoalan sumpah setia kontroversial itu karena pemimpin tertinggi dan Majelis Syura PAS telah memberikan penjalasan bahwa bai'at talak tersebut tidak ada dalam aturan yang dikeluarkan oleh partai.
Isu kontroversi ini bermula dan tersebar luas setelah terjadi sebuah forum dialog antara beberapa pimpinan PAS di Selangor dengan sembilan blogger Malaysia.
Kemudian hasil dialog tersebut mendapat respon dari muslimat PAS dan diberitakan secara besar-besaran oleh surat kabar milik UMNO - Utusan Malaysia.(fq/hd/mk)
Dunia Islam Sebelumnya
(Arsip Dunia Islam)
5 Terpopuler
- Pelatih Sepak Bola Mesir: Saya Lebih Baik Mati Kelaparan Daripada Melatih Israel!
- Tak Ada Penghormatan Untuk Saddam Hussein Di Negara Arab
- Saudi dan Suriah Rebutan Anak Perempuan Bin Ladin
- Antara Khilafah dan Khalifah
- Juragan-Juragan Arab Berinvestasi di Hollywood
- Hukum Nonton Film Porno
- Gaji Saya Kecil, Pak!






