Klimaks Kapal Bantuan Libya: Menuju Pelabuhan Mesir dan Batal ke Gaza

Kapal bantuan Libya, yang awalnya bertekad mematahkan blokade Gaza lewat laut mengatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk mengubah arah perjalanan kapal ke pelabuhan Mesir El Arish.
Kami sudah mulai mengubah arah kapal bantuan kemanusiaan ini menuju ke pelabuhan El Arish," kata Yussuf Sawani, direktur eksekutif Gaddafi International Charity and Development Foundation, dalam sebuah konferensi pers di Tripoli.
Berita itu muncul untuk meredakan kekhawatiran terjadinya konfrontasi dengan angkatan laut Israel, yang telah dilaporkan mengancam akan menggunakan kekuatan militer mereka jika kapal itu tidak mau dibawa ke pelabuhan Asdod Israel atau menuju ke pelabuhan El-Arish Mesir.
"Kapal Libya membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza telah memasuki perairan Mesir dan menuju ke El-Arish," kata laporan itu.
Badan amal Libya yang menyewa Almathea, Yayasan Gaddafi, menegaskan bahwa bantuan kapal itu menuju ke Mesir.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Mesir Ahmad Abul Ghait mengatakan telah menerima permintaan kapal Amalthea - yang merupakan kapal yang membawa bantuan kemanusiaan yayasan Gaddafi - ke pelabuhan El-Arish dan meminta untuk diberikan izin merapat.
"Begitu kapal tiba di El-Arish, pemerintah Mesir akan membongkar muatannya dan menyerahkan bantuan tersebut untuk Bulan Sabit Merah Mesir, yang akan mengirimkannya ke pihak Palestina," katanya.
Sebelumnya pada siang hari kemarin (14/7), Yayasan Gaddafi mengatakan empat kapal perang Israel telah berada di kedua sisi kapal barang tersebut, mencoba untuk mencegah kapal merapat ke pantai Gaza.
Yussef kSawan mengatakan kepada AFP bahwa Israel telah memberikan kapten kapal pilihan berbalik arah menuju pelabuhan Asdod atau ke El-Arish. "Jika tidak, mereka mengancam akan memaksa dengan kekuatan militer."
Sawan mengatakan bahwa karena khawatir atas keamanan semua orang yang ada di kapal, yayasan memutuskan agar kapal menuju ke El-Arish dan untuk membongkar muatan di sana."
Dia mengatakan misi ini telah "mencetak poin" bagi rakyat Palestina dan untuk rekonstruksi Gaza. (fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Suskes besar, Taliban Berhasil Tewaskan 13 Tentara NATO
Kamis, 15/07/2010 08:07 WIB - TV Al Arabiya Siarkan Rekaman Testimoni Pelaku Bom Times Square NY
Kamis, 15/07/2010 07:58 WIB - Kelompok Konservatif di AS Bentuk Organisasi Baru Pro-Israel
Rabu, 14/07/2010 17:37 WIB - Tokoh Hamas Abu Tir Diusir Dari Jerusalem
Rabu, 14/07/2010 17:12 WIB - FBI Beri 'Warning' Kepada Kartunis yang Serukan Menggambar Nabi Muhammad
Rabu, 14/07/2010 16:00 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




