Klub Sepakbola Celtic Tolak Aksi Solidaritas Palestina

Organisasi serikat perdagangan Skotlandia menyerukan para pendukung tim sepakbola Celtic untuk membawa bendera Palestina dan melambai-lambaikannya dalam pertandingan Liga Eropa yang akan berlangsung pada hari Rabu waktu setempat, dimana tim Celtic akan berhadapan dengan tim Israel, Hapoel Tel-Aviv.
"Kami berharap para pendukung Celtic mau bergabung dengan kami untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan mendorong terciptanya keadilan serta perdamaian bagi rakyat Palestina untuk bisa hidup berdampingan dengan orang-orang Israel," kata Dave Moxham, sekjen Kongres Serikat Perdagangan Skotlandia dalam pernyataannya.
Namun pihak Celtic menyatakan "keprihatinan yang mendalam" atas himbauan itu. Mereka menyatakan, stadium olahraga bukan tempat untuk ajang demonstrasi berlatarbelakang politik. Celtic beralasan bahwa tim sepakbolanya menerima siapa saja yang ingin menjadi pendukung tanpa melihat latar belakang gender, umur, ras, agama atau aliansi politiknya. Untuk itu Celtic meminta para pendukungnya yang kebanyakan berasal dari komunitas Katolik, untuk tidak menghiraukan ajakan Serikat Perdagangan untuk ikut menunjukkan solidaritas pada rakyat Palestina saat berlangsungnya pertandingan.
Masalah ini juga menjadi perhatian organisasi sepakbola Eropa, UEFA. Organisasi sampai mengeluarkan pernyataan resmi yang isinya menyatakan bahwa UAFA sangat prihatin dengan rencana aksi solidaritas Palestina dalam pertandingan antara Celtic melawan Hapoel Tel Aviv.
"Kami sudah melakukan kontak secara intensif dengan kedua klub sepakbola itu dan otoritas lokal agar memantau situasi dengan ketat," tukas UEFA. (ln/aby)
Lainnya (Arsip)
- Syaikh Al-Qardhawi : Hari Ini Menara, Besok Masjid yang Dilarang!
Kamis, 03/12/2009 08:28 WIB - Ketika Para Peramal Bermunculan di Televisi Saudi
Kamis, 03/12/2009 07:11 WIB - Peti Mati Pasukan AS Dari Afghanistan
Kamis, 03/12/2009 06:00 WIB - Michael Moore : Obama Menjadi 'Presiden Perang'
Rabu, 02/12/2009 16:07 WIB - Erdogan : Menyerukan Swiss Meninjau Keputusannya Larang Menara Masjid
Rabu, 02/12/2009 15:45 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




