Koalisi Partai Pakistan: Impeachment Musharraf Sebuah Keharusan
.jpg)
Koalisi partai-partai yang memegang kekuasaan pemerintahan Pakistan memastikan akan segera melakukan proses impeachment terhadap Presiden Pervez Musharraf, presiden Pakistan yang sejak kudeta tahun 1999 menjadi sekutu dekat AS.
Pemimpin Partai Koalisi Pakistan (PPP) ASif Zardari dalam keterangan persnya bersama mantan perdana menteri Nawaz Sharif mengatakan, impeachment terhadap Musharraf adalah sebuah keharusan. "Ini adalah kabar baik bagi demokrasi, " kata Zardari.
Berdasarkan konstitusi Pakistan, dibutuhkan 2/3 suara dukungan baik dari majelis tinggi dan majelis rendah di parlemen untuk melakukan impeachment terhadap presiden. Musharraf akan menjadi presiden pertama yang akan di-impeach dalam sejarah negara yang terletak di kawasan Asia Selatan itu.
Zardari yakin akan mendapat dukungan suara sampai 90 persen di parlemen dan Koalisi akan segera menyusun dakwaan terhadap Musharraf. "Kebijakan-kebijakannya (Musharraf) membuat lemah pemerintah dan mengikis kepercayaan terhadap insitusi-institusi negara, " tukas Zardari.
"Ketidakcakapan dan kegagalan kebijakan-kebijakan yang diterapkan Musharaaf telah membuat negeri ini sampai ke titik terlemah dalam sejarahnya, " sambung Zardari.
Di sisi lain, aliansi yang mendukung Musharraf menepis keyakinan Zardari bahwa 90 persen suara di parlemen akan menyetujui impeachment itu. "Koalisi tidak memiliki pendukung sebanyak itu. Mereka telah membodohi rakyat, " kata Chaudhry Shujaat Hussain, pimpinan Liga Muslim Pakistan yang pro-Musharraf.
Musharraf sendiri langsung menggelar pertemuan darurat dengan para penasehatnya untuk membahas kemungkinan impeachment terhadap dirinya. Sumber di kantor kepresidenan mengatakan, Presiden sudah membuat opsi apakah akan memerintahkan pembubaran dewan nasional atau memberlakukan situasi darurat untuk mengantisipasi jika pemerintahan harus dibekukan dan akan diumumkan susunan pengurus atau care-taker yang baru. Akibat masalah impeachment ini, Presiden Musharraf membatalkan kehadirannya dalam pembukaan Olimpiade Beizing.
Zardari membantah kemungkinan Musharraf akan membubarkan parlemen. "Jika ia melakukan itu, itu akan menjadi keputusannya yang terakhir atas mandat rakyat dan atas negara Pakistan. Demokrasi tidak selemah itu, " tandasnya. (ln/iol/bbc)
Lainnya (Arsip)
- Lembaga Mata-Mata AS Klaim Kelompok Islamis China Ancam Kacaukan Olimpide
Jumat, 08/08/2008 10:27 WIB - Pengadilan "Sandiwara" AS, Sopir Usamah Bin Ladin Itu Belum Sepenuhnya Bebas
Jumat, 08/08/2008 09:45 WIB - Seorang Pejabat Saudi Tuntut Pabrik Mobil Nissan Minta Maaf
Kamis, 07/08/2008 17:15 WIB - Inggris Diam-Diam Buat Kesepakatan Rahasia dengan Pasukan Syiah di Irak?
Kamis, 07/08/2008 16:05 WIB - Berikan Hak Libur Idul Fitri, Sebuah Perusahaan AS Diancam Diboikot
Kamis, 07/08/2008 13:59 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




