Komite Kesehatan Mesir Izinkan Aborsi Dalam Kondisi Kemiskinan

Rancangan undang-undang dari komite kesehatan Mesir yang lagi digodok oleh parlemen Mesir, kemungkinan besar akan menimbulkan perdebatan dan kontroversi agama tentang sejauh mana diperbolehkannya tindakan aborsi, khususnya tindakan aborsi karena kemiskinan.
Surat kabar Mesir melaporkan bahwa Doktor Hamdi Sayid, ketua dari komite kesehatan mesir menyatakan bahwa ia membenarkan tindakan aborsi, apabila dalam sebuah keluarga mengalami kondisi perekonomian yang sulit, sehingga diperkirakan sang ibu tidak akan mampu membesarkan anak-anaknya atau merawat mereka dengan layak, menurut standar laporan yang dikeluarkan oleh unit urusan sosial.
Namun kemungkinan rancangan undang-undang yang sedang digodok ini akan menerima keberatan dari para ulama Mesir, terutama dalam kasus di mana aborsi diperbolehkan dalam kondisi keluarga yang mengalami kemiskinan, karena hal tersebut bertentangan dengan ayat Al-Qur'an: (Dan janganlah kamu membunuh anak-anak karena takut miskin, karena Kami yang menyediakan rezeki bagi mereka) QS.2:151.
Berdasarkan Pasal II dari proyek undang-undang yang disetujui oleh Komite Kesehatan, mereka akan membentuk komite yang lebih tinggi untuk pertanggungjawaban medis dalam urusan ini, mengkhususkan diri dalam opini publik atas permintaan jaksa, atau pengadilan yang kompeten dalam kasus-kasus kesalahan medis.(fq/imo)
Lainnya (Arsip)
- Sekjen PBB: Saya ke Gaza Untuk Nyatakan Solidaritas Kepada Warga Gaza
Senin, 22/03/2010 08:49 WIB - Yordania Bentuk Asosiasi "Pemuda untuk Yerusalem"
Senin, 22/03/2010 08:32 WIB - Tidak Terima Serial TV Turki di Putar, Israel akan Tutup Kanal TV MBC
Senin, 22/03/2010 07:54 WIB - Paus Resmi Minta Maaf Atas Banyaknya Skandal Seks di Gereja Katolik
Minggu, 21/03/2010 09:23 WIB - Ribuan Warga Turki Demo Dukung Masjid Al-Aqsha
Sabtu, 20/03/2010 09:54 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




