Kongres AS Menyelamatkan Israel, Tolak Laporan Goldstone

Kongres AS menyatakan menolak laporan Richard Goldstone yang menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang dalam agresinya ke Jalur Gaza bulan Januari lalu dan meminta Presiden AS Barack Obama untuk menolak laporan tersebut.
Keputusan itu diambil dalam resolusi yang dikeluarkan Kongres setelah melakukan voting untuk menentukan sikap AS menjelang rapat Dewan Umum PBB yang akan membahas resolusi terhadap laporan Goldstone tentang agresi brutal Israel ke Gaza yang rencananya bakal digelar Rabu (4/11).
Keputusan Kongres AS, meski tidak mengikat, dikhawatirkan akan mempengaruhi perdebatan di rapat Dewan Umum PBB. Karena Dewan Umum tidak memiliki kekuatan penuh dan sudah menjadi rahasia umum, sebagai anggota Dewan Keamanan, AS kerap menggunakan hak vetonya atas isu-isu yang terkait dengan kejahatan Israel. AS tidak ingin laporan Goldstone berlanjut dengan investigasi Internasional Criminal Court (ICC) terhadap Israel.
Anggota Kongres yang mewakili Partai Demokrat dari New Jersey, Steven Rothman menilai laporan Goldstone terhadap Israel, bias meski dalam laporannya Goldstone merekomendasikan penyelidikan dugaan kejahatan perang yang diduga juga dilakukan Hamas.
Pekan lalu, Goldstone sudah mengirimkan surat ke Kongres AS yang isinya menyatakan bahwa resolusi AS tentang laporan Goldstone "secara faktual tidak akurat dan contoh-contoh yang diambil sudah keluar dari konteks." Goldstone membeberkan sejumlah keberatannya dan menawarkan penjelasan tentang kesalahan-kesalahan dalam resolusi Kongres AS itu.
Dalam laporannya, Goldstone merekomendasikan Israel dan Hamas masing-masing melakukan investigasi atas dugaan kejahatan perang itu dalam jangka waktu enam bulan. Jika investigasi tidak dilakukan, maka laporan itu akan diteruskan ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC). Hamas setuju dengan rekomendasi Goldstone, tapi Israel menolak. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Muslim Kenya Ancam Boikot Gereja Katolik
Rabu, 04/11/2009 14:19 WIB - Sekolah Khusus di India Ajari Muridnya Ilmu Mengemis
Rabu, 04/11/2009 07:51 WIB - Perang Poster di Swiss Tolak Pembangunan Menara Azan
Rabu, 04/11/2009 07:45 WIB - Taliban: Karzai Itu Presiden Boneka!
Rabu, 04/11/2009 06:37 WIB - Mufti Perempuan? Serius, Dubai?
Rabu, 04/11/2009 05:53 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




