Korupsi Di Lingkungan Istana Saudi, Khal?

Kamis, 04/03/2010 14:05 WIB | Arsip | Cetak

Abdo Khal mungkin menjadi orang yang sedang terkenal sekarang ini di Arab Saudi dan jaziran Timur Tengah. Bagaimana tidak, novelnya "Throwing Sparks as Big as Castles” memenangkan International Prize for Arabic Fiction tahun ini.

Namun, ternyata bukan hanya karena kemenangannya itu yang membuat Khal menjadi terkenal. Tapi lebih karena bukunya sendiri adalah cerita tentang seorang pemuda yang meninggalkan keluarganya di sebuah komunitas miskin di Jeddah untuk bekerja sebagai pelayan pada seorang pengusaha kaya yang tinggal di sebuah istana.

Buku itu dengan fasih menggambarkan sebuah satir tentang "dampak destruktif kekuasaan dan kekayaan yang tak terbatas terhadap kehidupan dan lingkungan."

Reuters mengutip Taleb Alrefai, seorang hakim di Kuwait hakim, mengatakan: "novel ini memberikan pembaca rasa dari realitas mengerikan tentang dunia berlebihan di istana. "

Sedangkan Youssef Rakha di The Arabophile menulis: "Novel ini menceritakan tentang lingkungan Jeddah yang miskin, dan di istana yang baru saja dibangun di sebelahnya. Para pemilik istana berhubungan dengan baik, antara yang kaya dan berkuasa. Pemilik istana yang kejam dan sadis, merebut dan menyiksa orang-orang yang telah melawannya.”

Orang-orang Saudi sendiri ternyata berpikir bahwa novel ini bukan sekadar fiksi, tapi sebuah realitas sesungguhnya, hanya ditulis dalam novel saja untuk menghindari restriksi penguasa. "Saya tidak berpikir bahwa itu fiksi, saya pikir itu fakta." Ujar salah seorang warga Saudi.

Abdo Khal lahir di al-Majanah, selatan Arab Saudi, pada tahun 1962 dan belajar ilmu politik di King Abdul Aziz Al-Universitas di Jeddah. Karya sebelumnya termasuk A Dialogue at the Gates of the Earth, There's Nothing to be Happy About, dan Cities Eating the Grass. (sa/bab)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang