Kota Lahore Larang Permainan Layang-Layang

Jumat, 10/03/2006 18:46 WIB | Arsip | Cetak

Otoritas kota Lahore, Pakistan melarang permainan layang-layang setelah jatuh korban akibat terkena benang layang-layang yang terbuat dari serbuk gelas. Larangan itu dikeluarkan beberapa hari sebelum penyelenggaraan festival tahunan layang-layang di kota Lahore.

Larangan itu diumumkan pada Kamis (9/3) malam, tiga hari setelah peristiwa yang mengenaskan menimpa anak usia 4 tahun yang tewas akibat benang-benang layang yang terbuat dari serbuk gelas mengenai lehernya. Saat peristiwa itu terjadi, sang anak sedang berboncengan motor dengan ayahnya. Shayan Ahmad, nama anak laki-laki itu mengalami pedarahan hingga pingsan dan akhirnya meninggal dunia di pelukan ayahnya, sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Sejumlah pemain layang-layang kerap memakai benang yang terbuat dari serbuk gelas agar bisa bertarung dan mengalahkan pemain layang-layang lainnya. Tewasnya Shayan, menambah korban tewas akibat benang layang-layang yang berbahaya, menjadi 7 orang dalam dua pekan ini.

Para politisi dan aktivis hak asasi manusia, menyerukan agar pemerintah melarang pelaksanaan festival layang-layang yang rencananya akan digelar hari Minggu mendatang.

Pemerintah daerah Lahore, mengumumkan bahwa larangan permainan layang-layang diberlakuan segera dan siapapun yang melanggarnya akan ditangkap.

Menanggapi larangan itu, ayah Shayan, Muhammad Rizwan menyatakan sangat gembira. "Saya melihat anak laki-laki saya meninggal mengenaskan. Kematiannya menghancurkan hidup saya," katanya.

Festival layang-layang 'Basant' digelar setiap tahun untuk menyambut datangnya musim semi. Dalam festival yang berlangsung selama dua hari ini, langit Pakistan dipenuhi ribuan layang-layang.

Namun penggunaan benang yang terbuat dari bahan gelas yang berbahaya, telah membuat permainan layang-layang ini menjadi permainan yang mematikan. Kebanyakn korban yang tewas terkena benang layang-layang, menurut Kepala Polisi Lahore, Khwaja Khalid Farooq, adalah para pengendara motor.

"Kami berusaha keras untuk memantau penjualan dan pembuatan benang layang-layang yang terbuat dari gelas dan bahan kimia berbahaya. Kami sudah menangkap 1.100 orang sejak 5 Maret lalu karena menjual bahan-bahan terlarang untuk permainan layang-layang," jelasnya. (ln/aljz).

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

Satrio Selamat dari Jantung Bocor

Dari semenjak lahir Satrio, 21 bulan, sudah menderita jantung bocor. Tubuhnya semakin membiru, bapaknya terkendala administrasi untuk mengurus Jamkesmas. Melalui bantuan LKC Dompet Dhuafa dan PT PPA…


Wah Sarung Abak Bicara IB
Tentu sudah penasaran kita melihat  Aksi para bocah Sahibul Menar Beraksi yang ikut andil dalam membedah  langsung perbankan syariah. Hanya tinggal menunggu hari rasa penasa...

Wow, iB Hadir di Film Negeri 5 Menara
Film Negeri 5 Menara merupakan karya anak bangsa yang akan mulai tayang di bioskop-bioskop tanah air mulai 1 Maret 2012 mendatang. Film yang diproduksi oleh KG Production ini ...

BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...


Peluang