Kota Lahore Larang Permainan Layang-Layang
.jpg)
Otoritas kota Lahore, Pakistan melarang permainan layang-layang setelah jatuh korban akibat terkena benang layang-layang yang terbuat dari serbuk gelas. Larangan itu dikeluarkan beberapa hari sebelum penyelenggaraan festival tahunan layang-layang di kota Lahore.
Larangan itu diumumkan pada Kamis (9/3) malam, tiga hari setelah peristiwa yang mengenaskan menimpa anak usia 4 tahun yang tewas akibat benang-benang layang yang terbuat dari serbuk gelas mengenai lehernya. Saat peristiwa itu terjadi, sang anak sedang berboncengan motor dengan ayahnya. Shayan Ahmad, nama anak laki-laki itu mengalami pedarahan hingga pingsan dan akhirnya meninggal dunia di pelukan ayahnya, sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.
Sejumlah pemain layang-layang kerap memakai benang yang terbuat dari serbuk gelas agar bisa bertarung dan mengalahkan pemain layang-layang lainnya. Tewasnya Shayan, menambah korban tewas akibat benang layang-layang yang berbahaya, menjadi 7 orang dalam dua pekan ini.
Para politisi dan aktivis hak asasi manusia, menyerukan agar pemerintah melarang pelaksanaan festival layang-layang yang rencananya akan digelar hari Minggu mendatang.
Pemerintah daerah Lahore, mengumumkan bahwa larangan permainan layang-layang diberlakuan segera dan siapapun yang melanggarnya akan ditangkap.
Menanggapi larangan itu, ayah Shayan, Muhammad Rizwan menyatakan sangat gembira. "Saya melihat anak laki-laki saya meninggal mengenaskan. Kematiannya menghancurkan hidup saya," katanya.
Festival layang-layang 'Basant' digelar setiap tahun untuk menyambut datangnya musim semi. Dalam festival yang berlangsung selama dua hari ini, langit Pakistan dipenuhi ribuan layang-layang.
Namun penggunaan benang yang terbuat dari bahan gelas yang berbahaya, telah membuat permainan layang-layang ini menjadi permainan yang mematikan. Kebanyakn korban yang tewas terkena benang layang-layang, menurut Kepala Polisi Lahore, Khwaja Khalid Farooq, adalah para pengendara motor.
"Kami berusaha keras untuk memantau penjualan dan pembuatan benang layang-layang yang terbuat dari gelas dan bahan kimia berbahaya. Kami sudah menangkap 1.100 orang sejak 5 Maret lalu karena menjual bahan-bahan terlarang untuk permainan layang-layang," jelasnya. (ln/aljz).
Lainnya (Arsip)
- Spanyol Berusaha Selamatkan Peninggalan Sejarah Masjid Cordoba di Balai Lelang Christie
Jumat, 10/03/2006 18:44 WIB - Vatikan Dukung Pelajaran Agama Islam Bagi Siswa Muslim di Sekolah Umum
Jumat, 10/03/2006 15:36 WIB - Para Penghasut, Kalangan Neo-Con AS Akui Kesalahannya atas Perang AS di Irak
Jumat, 10/03/2006 14:28 WIB - Polling: Pandangan Negatif tentang Islam di Kalangan Rakyat AS Meningkat
Jumat, 10/03/2006 11:01 WIB - Iran Ancam AS Jika Jatuh Sangsi di DK PBB
Jumat, 10/03/2006 09:15 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
Satrio Selamat dari Jantung Bocor
Dari semenjak lahir Satrio, 21 bulan, sudah menderita jantung bocor. Tubuhnya semakin membiru, bapaknya terkendala administrasi untuk mengurus Jamkesmas. Melalui bantuan LKC Dompet Dhuafa dan PT PPA…



