Krisis global, Dari Satu Negara ke Negara Lain

Selasa, 07/04/2009 15:17 WIB | Arsip | Cetak

Krisis ekonomi global, sesuai dengan namanya terjadi di berbagai belahan dunia. Negara-negara Barat terutama, begitu keteteran dalam menghadapi perubahan yang terjadi dalam hanya hitungan bulan saja.

Kehilangan pekerjaan dan kehilangan rumah plus kompromi dengan segala kebutuhan asupan makanan menjadi tema dasar dunia sekarang ini. Mulai dari AS sampai Moskow. Bahkan China sekalipun.

Intinya, krisis terasa dampaknya bagi negara-negara yang memang menggunakan dollar sebagai salah satu alat tukar transaksi mereka. Berikut gambaran singkat dari beberapa negara tentang dampak krisis ekonomi dunia.

Bermula dari AS. AS menjadi negara paling parah dalam penderitaannya menanggung krisis. Jutaan penganggur terus meningkat. Di Sacramento, Kalifornia, berjejer rumah tenda yang dibangun oleh mereka yang tak punya rumah.  Setiap hari bertambah dan bertambah dan area ini menjadi sebuah desa tersendiri. 

Seorang lelaki melirik barang furnitur bekas di Istanbul, Turki. Krisis ekonomi telah menyulap jalanan menjadi barang-barang bekas (second) yang dijual di pinggir jalan.

Orang-orang berjubel di kantor administrasi pemerintahan Miami, AS mengantre untuk memperebutkan 1 dari 35 lowongan kerja sebagai tenaga pemadam kebakaran. Dulu, profesi ini, walau bergaji tinggi dan mempunyai wibawa, tidak begitu diminati oleh orang-orang Barat. 

Salah seorang warga sedang mengosongkan rumahnya di salah satu perumahan di Adam County, Colorado, AS bagian barat. Keluarga ini tidak bisa lagi mencicil kredit yang harus dibayarkan setiap bulannya, hingga akhirnya rumah itu disita. 

Di Chengdu, provinsi Sichuan, China, sekitar 20 juta orang kehilangan pekerjaannya akibat krisis ekonomi. Sebagian dari mereka terus mencari lowongan pekerjaan setiap harinya.

Para pekerja di Yibin ini menunggu jatah makan siang yang sekarang dibatasi dan dibagi-bagikan oleh pemerintah.

Di Meksiko, mata uang Peso terjun bebas. Orang-orang di perbatasan Ciudad Juarez ini kembali pulang dari sebuah pabrik yang diharapkan mau menerima karyawan baru. Realita sebaliknya, pabrik malah memotong semua cost dan memberhentikan karyawannya.

Di Moskow, Russia, di pingir jalan banyak berderet perempuan yang menjajakan alat-alat rumah tangga. Jutaan rakyat Russia kehilangan pekerjaannya dan Rubel Russia KO dihantam dollar. 

(sa/berbagaisumber)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang