Kunjungan Tony Blair ke Indonesia, Ingin Belajar Banyak tentang Islam

Kamis, 30/03/2006 20:14 WIB | Arsip | Cetak

PM Inggris Tony Blair memulai pembicaraannya dengan sejumlah pejabat dalam kunjungannya ke Indonesia sejak Rabu (29/3). Kedatangan Blair ke Indonesia selain untuk mendorong kerjasama yang lebih baik antara dua negara, juga untuk mendorong kemajuan Islam.

Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, PM Blair menunjukkan minatnya dalam diskusi tentang kemajuan Islam di Indonesia. "Selain itu, Blair juga nampaknya tertarik untuk memahami Islam lebih jauh," kata Yusril.

Selain bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Blair juga dijadwalkan akan bertemu dengan pemuka-pemuka agama Islam di Indonesia, antara lain Hasyim Muzadi, Ketua Nahdlatul Ulama.

Yusril mengatakan, dialog akan difokuskan pada kemajuan apa yang disebut sebagai Islam moderat dan cara-cara untuk menghadapi pemahaman yang salah tentang agama Islam

"Betul, ada elemen-elemen garis keras. Tapi jumlahnya tidak signifikan dibandingkan dengan mereka yang moderat dan konservatif," jelas Yusril.

Blair rencananya juga akan mengunjungi sebuah pesantren dan akan berdialog dengan para santrinya. Kemudian bertemu dengan tim bantuan dari Inggris yang selama ini membantu rekonstruksi di propvinsi NAD paska tsunami.

Pembicaraan antara Indonesia dan Inggris diharapkan juga akan terfokus pada kemajuan ekonomi dan demokrasi di Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk Inggris Marty Natalegawa mengatakan, Indonesia ingin meningkatkan kerjasama dengan Inggris, seiring dengan apresiasi yang diberikan negara kerajaan itu terhadap perubahan demokrasi di Indonesia setelah jatuhnya Presiden Suharto tahun 1998 lalu.

"Tantangan bagi Indonesia adalah memastikan bahwa penghargaan itu diwujudkan dalam bentuk manifestasi yang konkrit, misalnya dukungan untuk memperkuat institusi-institusi demokrasi kita," ujar Marty.

"Kami ingin mengatakan bahwa Indonesia sama dengan demokrasi. Indonesia saa dengan kesempatan ekonomi," sambungnya. Itulah sebabnya, dalam kunjungan Blair ke Jakarta juga akan dibahas masalah kerjasama ekonomi kedua negara.

Dalam empat sampai lima tahun belakangan ini, hubungan perdagangan bilateral Indonesia-Inggris cenderung jalan ditempat. Nilai perdagangan hanya mencapai 1,99 milyar dollar AS pada tahun 2004, turun 2,05 milyar dollar dibandingkan pada tahun 2000.

Inggris merupakan negara tujuan eksport utama Indonesia ke benua Eropa. Pada tahun 2004, nilai ekspor Indonesia ke Inggris sebesar 1,29 milyar dollar. Selain itu, Inggris juga salah satu investor asing besar di Indonesia, dengan nilai investasi 1,52 milyar dollar pada 2004. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang