Kuwait Galang Dana, Atasi Krisis Pangan di Negara-Negara Muslim

Rabu, 30/04/2008 19:04 WIB | Arsip | Cetak

Kuwait meluncurkan program penggalangan dana bantuan makanan untuk negara-negara Islam yang mengalami krisis pangan, sebagai dampak dari makin mahalnya harga-harga makanan. Kuwait mengumumkan program tersebut dalam pembukaan pertemuan World Islamic Economic Forum yang berlangsung di Kuwait City, selasa (29/4).

"Kuwait menawarkan inisiatif untuk menggalang dana guna memperbaiki kondisi kehidupan di negara-negara Islam, dengan menyediakan kebutuhan dasar berupa bahan makanan bagi mereka yang saat ini sangat membutuhkan, " kata Emir Kuwait, Syaikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah.

Untuk itu Kuwait telah menyediakan dana bantuan sebesar 100 juta dollar dan menghimbau negara-negara Muslim, organisasi-organisasi bantuan lainnya termasuk dana pembangunan internasional, mendukung program bantuan tersebut.

Menurut Emir Syaikh Sabah Al-Ahmad, selain memberikan bantuan makanan, program itu juga akan menawarkan bantuan agar negara-negara Muslim mampu meningkatkan produksi pertaniannya.

Krisis pangan yang dipicu oleh meroketnya harga pangan dikhawatirkan akan meluas menjadi krisis sosial. Gejala-gejala ini sudah terlihat di sejumlah negara seperti Mesir dan Mauritania yang belakangan ini dilanda aksi-aksi unjuk rasa memprotes mahalnya harga-harga kebutuhan pangan.

Menurut data PBB, krisis pangan global selama satu tahun ini, meningkat 35 persen dan jika dihitung dari tahun 2002, sudah meningkat hingga 65 persen. Badan Pangan dan Pertanian PBB-FAO menyatakan, pada tahun 2007 saja, harga produk olahan peternakan naik hampir 80 persen dan produk pangan biji-bijian naik sekitar 42 persen.

Sekjen PBB Ban Ki-moon sudah menyerukan agar negara-negara di dunia memberikan bantuan dana pada World Food Program (WFP) untuk meredam dampak krisis pangan di beberapa negara. Ban juga memerintahkan dibentuknya gugus tugas baru untuk mengatasi krisis pangan global, dengan prioritas pertama adalah mereka yang telah mengalami kelaparan.

"Tanpa bantuan penuh untuk situasi darurat ini, kita lagi-lagi akan menghadapi resiko kelaparan yang makin meluas, kekurangan gizi dan kekacauan sosial dalam skala yang sulit dipekirakan, " kata Ban Ki-moon.
Sementara itu, Ketua WFP Josettee Sheeran mengatakan bahwa programmnya membutuhkan dana sebesar 471 juta dollar untuk mengantisipasi krisis pangan. Namun saat ini, mereka hanya memiliki dana tunai sebesar 18 juta dollar. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang