Lagi, Ikhwan dan Kontroversi Syiah
Kontroversi memang tak pernah habis dalam tubuh Ikhwan. Satu badai berakhir, badai lainnya datang. Hal paling terbaru dan sedang terjadi sepanjang beberapa pekan ini adalah masalah Syiah.
Beberapa pekan sebelumnya, Mursyid Aam Ikhwan, Mahdi Akif memberikan pandangannya tentang gerakan ini. Syiah bukan hanya tentang doktrin ataupun dunia Arab, tapi hal ini menyangkut penyebaran pengaruh Iran di semua negara Arab.
Ikhwan menyoroti kecenderungan revolusi yang terjadi dalam pemikiran pada rakyat Arab di Timur Tengah di bawah paham politik Syiah. Yang menarik, Ikhwan ternyata tidak sedikit pun mengomentari bahaya Iran dan nuklirnya, ataupun kemungkinan negara Syiah itu diserbu oleh Israel dan AS serta sekutu-sekutunya. Inilah inti dari permasalahannya.
Walau orang Arab penganut Syiah juga merupakan jelas warga Arab, kenyataannya ada beberapa hal yang menggarisbawahinya. Apa yang membedakan rakyat dengan sebuah negara adalah magnet afiliasi dan kepentingan mereka terhadap tanah airnya itu. Dalam kasus Hizbullah misalnya, beberapa kader Ikhwan menunjukan sikap keras dan lebih tak bersahabat.
Di Iran sendiri, ada beberapa pihak yang menjadi oposan rejim Mullah dan sistem Wilayah al-Faqih. Mereka ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Media massa dan kantor mereka di tutup secara sistematis. Bahkan orang yang terlibat dalam revolusi Iran pun sebagian tidak menyangka perkembangan seperti ini. Ikhwan telah dengan jelas membatasi bahwa sikap mereka ini antara Syiah dan Sunni.
Mahdi Akif, Mursyid Aam Ikhwan, sudah dengan tegas menyatakan Ikhwan sama sekali tidak pernah mengakui Syiah sebagai rekan perjuangan dalam menegakan Islam. "Sebagai sebuah negara Syiah dan kekuatan non-Arab, Iran tidak pernah berada dalam daftar kartu Ramadhan Ikhwan." ucapnya. Saat ini, gerakan Syiah menyebar pesat di negara-negara Arab. Menurut Akif, hanya Mesir, Iraq, Yordan, dan Arab Saudi yang menolak Syiah, selebihnya menyambut gerakan dan paham ini. (sa/awst)
Lainnya (Arsip)
- Militer AS Akui Bunuh Lebih Banyak Warga Sipil di Afghanistan
Senin, 25/05/2009 13:40 WIB - Khatami: Lobi Israel dan Zionis Penghalang Reformasi di AS
Senin, 25/05/2009 12:52 WIB - Qordhowi : Kebenaran Pasti Akan Menang!
Senin, 25/05/2009 12:33 WIB - Para Tersangka 'Teroris' Tolak Sipir Perempuan
Senin, 25/05/2009 12:22 WIB - Obama Bersumpah Pertahankan Dominansi Militer AS di Dunia
Senin, 25/05/2009 12:13 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




