Lagi, Sembilan Orang Pendemo Pemilu Iran Digantung Mati

Rabu, 03/02/2010 06:15 WIB | Arsip | Cetak


Pemerintah Iran mengatakan hari Selasa ini akan segera menggantung sembilan orang pelaku kerusuhan yang meletus setelah pemilihan presiden bulan Juni tahun lalu. Pemimpin oposisi Iran mengatakan represi tersebut menunjukkan revolusi Iran tahun 1979 telah gagal.

"Sembilan orang lain segera akan digantung. Mereka akan menyusul dua orang yang digantung pada hari Kamis (29/1). Mereka ditangkap dalam kerusuhan baru-baru ini dan memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok anti-revolusioner," kata pejabat senior pengadilan Ebrahim Raisi, Fars, kantor berita setengah resmi, melaporkan.

Sebelumnya dua pria digantung minggu lalu di antara 11 orang yang dihukum mati atas tuduhan "perang melawan Allah" dan menjadi anggota kelompok bersenjata.

Pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi, mengatakan beberapa jam lalu, bahwa represi tahun 1979 menunjukkan revolusi Islam yang menggulingkan Syah yang disokong AS "tidak mencapai tujuan-tujuannya".

Mantan perdana menteri itu, menambahkan dengan nada keras bahwa Iran menunjukkan "sikap rezim tiran bersejarah."

"Mengisi penjara dan secara brutal membunuh pengunjuk rasa menunjukkan bahwa akar dari ... kediktatoran permanen dari zaman monarki," katanya. "Kediktatoran atas nama agama adalah yang paling buruk. Manifestasi paling jelas dari sikap tirani ini adalah penyalahgunaan parlemen dan peradilan. Kami telah kehilangan harapan dalam peradilan."

Delapan orang, termasuk keponakan Mousavi, tewas dalam demonstrasi selama ritual Syiah Asyura pada tanggal 27 dan pejabat mengatakan lebih dari 1.000 orang ditangkap.
"Gerakan hijau di Iran tidak akan meninggalkan perlawanan damai... sampai hak-hak rakyat diakui," tambah Mousavi. "Protes damai Iran adalah benar terjadi." (sa/aby)
 

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang