Larangan Bercadar Mulai Menular ke AS

Kamis, 07/01/2010 07:21 WIB | Arsip | Cetak

Larang mengenakan penutup muka yang diberlakukan sebuah perguruan tinggi di Massachussets AS, membuat komunitas Muslim dan organisasi HAM berang. Mereka menilai larangan itu melanggar hak asasi dan secara khusus ditujukan pada kaum muslimah yang mengenakan cadar.

College of Pharmacy and Health Sciences mulai tanggal 1 Januari kemarin menyatakan melarang mahasiswa atau siapa saja di kampus tersebut, mengenakan kain yang menutupi muka, termasuk cadar dan burka yang dikenakan muslimah. Menurut jubir perguruan tinggi itu, Michael Ratty, larangan tersebut diberlakukan untuk keperluan keselamatan dan diputuskan setelah melakukan penilaian periodik atas kebijakan keselamatan umum di perguruan-perguruan tinggi swasta.

"Larangan ini tidak ditujukan pada kelompok atau individu tertentu tapi berlaku untuk semua mahasiswa dan fakultas," dalih Ratty.

Tapi komunitas Muslim di AS mengecam kebijakan yang dinilai sebagai bentuk diskriminasi bagi muslimah yang meyakini bahwa mereka memang harus mengenakan cadar. "Saya tidak tahu dari mana datangnya. Yang bisa kami simpulkan, kebijakan itu dibuat dengan target khususnya kaum Muslimin," Jubir Council on American-Islamic Relations (CAIR), Ibrahim Cooper.

Bahkan direktur lembaga Security on Campus, Jonathan Kassa tidak setuju dengan kebijakan College of Pharmacy and Health Sciences yang memiliki beberapa kampus di AS antara lain di Boston, Worcester dan Manchester. Ia khawatir kebijakan itu akan mengorbankan hak asasi manusia atas nama keamanan.

Pengacara American Civil Liberties Union (ACLU) di Massachusetts, Sarah Wunsch juga mengecam kebijakan itu dan menegaskan bahwa kebijakan melarang kain penutup muka sebagai kebijakan yang ilegal. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang