Tak Ada Tempat Untuk Jilbab Di Denmark

Setelah Prancis, larangan berjilbab kini merambah ke Denmark. Hal ini dikatakan langsung oleh perdana menteri Denmark, Loekke Lars Rasmussen, bahwa menambahkan pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk membatasi perempuan Muslimah di negara mereka.
"Posisi pemerintah (Denmark) jelas: burka dan niqab tidak punya tempat di masyarakat Denmark. Burqa dan nikaq melambangkan pandangan tentang perempuan dan umat manusia bahwa kita benar-benar menentang dan bahwa kita ingin memeranginya dalam masyarakat Denmark," demikian Rasmussen kepada wartawan pada Rabu (20/1) kemarin.
Menurut Rasmussen, Denmark adalah negeri "yang terbuka, masyarakat yang demokratis, di mana kita melihat orang yang kita ajak bicara, entah itu dalam kelas atau di tempat kerja," katanya. "Itulah sebabnya mengapa kita tidak ingin melihat pakaian ini dalam masyarakat Denmark."
Rasmussen mengatakan pemerintahnya tengah membahas cara-cara membatasi pemakaian jilbab tanpa melanggar konstitusi negara Skandinavia.
Komentar sang perdana menteri itu muncul sehari setelah publikasi sebuah laporan yang menunjukkan bahwa penggunaan burka (jilbab) "sangat langka" di Denmark. Meskipun tidak ada angka-angka pasti, namun diperkirakan saat ini perempuan Muslimah yang menggunakan jilbab berkisar antara antara 100 dan 200 orang.
Seharusnya, kalau negara Anda mengakui demokrasi, berpakaian jilbab pun merupakan kebebasan pula, Mr Rasmussen! (sa/smh)
Lainnya (Arsip)
- Muslim AS: Tarik Semua Senjata Berkode Injil !
Kamis, 21/01/2010 15:48 WIB - Gate : Al-Qaidah Akan Menciptakan Perang di Asia Selatan
Kamis, 21/01/2010 15:11 WIB - Sengketa Kepemilikan Situs Bersejarah Israel dan Vatikan
Kamis, 21/01/2010 14:53 WIB - Balas Dendam Aleg Arab Terhadap Pejabat Israel
Kamis, 21/01/2010 14:35 WIB - Nasyid Ala Al-Shabaab, Mengancam Serang Nairobi
Kamis, 21/01/2010 14:28 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




