Tak Ada Tempat Untuk Jilbab Di Denmark

Kamis, 21/01/2010 17:07 WIB | Arsip | Cetak


Setelah Prancis, larangan berjilbab kini merambah ke Denmark. Hal ini dikatakan langsung oleh perdana menteri Denmark, Loekke Lars Rasmussen, bahwa menambahkan pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk membatasi perempuan Muslimah di negara mereka.

"Posisi pemerintah (Denmark) jelas: burka dan niqab tidak punya tempat di masyarakat Denmark. Burqa dan nikaq melambangkan pandangan tentang perempuan dan umat manusia bahwa kita benar-benar menentang dan bahwa kita ingin memeranginya dalam masyarakat Denmark," demikian Rasmussen kepada wartawan pada Rabu (20/1) kemarin.

Menurut Rasmussen, Denmark adalah negeri "yang terbuka, masyarakat yang demokratis, di mana kita melihat orang yang kita ajak bicara, entah itu dalam kelas atau di tempat kerja," katanya. "Itulah sebabnya mengapa kita tidak ingin melihat pakaian ini dalam masyarakat Denmark."

Rasmussen mengatakan pemerintahnya tengah membahas cara-cara membatasi pemakaian jilbab tanpa melanggar konstitusi negara Skandinavia.

Komentar sang perdana menteri itu muncul sehari setelah publikasi sebuah laporan yang menunjukkan bahwa penggunaan burka (jilbab) "sangat langka" di Denmark. Meskipun tidak ada angka-angka pasti, namun diperkirakan saat ini perempuan Muslimah yang menggunakan jilbab berkisar antara antara 100 dan 200 orang.

Seharusnya, kalau negara Anda mengakui demokrasi, berpakaian jilbab pun merupakan kebebasan pula, Mr Rasmussen! (sa/smh)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang