Lars Viks Tak Menyesal Menghina Nabi Muhammad

Kamis, 11/03/2010 07:07 WIB | Arsip | Cetak

Lars Viks sama sekali tak menyesali karikaturnya yang sangat menghina Rasulullah Muhammad saw. Dalam karyanya itu, Viks yang berasal dari Swedia, menggambarkan Rasul dengan tubuh seekor—maaf—anjing. Menurut Viks, itu hanya sebuah kebebasan artistik.

"Saya sebenarnya tidak tertarik untuk menyinggung nabi. Inti sebenarnya hanya untuk menunjukkan bahwa Anda bisa," ujar Vilks dalam sebuah wawancara di Stockholm. "Tidak ada yang begitu suci."

Vilks mengirimkan gambarnya ke sebuah pameran di sebuah pusat warisan budaya Swedia, namun kemudian menolaknya, dengan alasan keamanan. Tapi sebuah koran Swedia mencetak gambarnya dengan pengantar editorial yang membela kebebasan berekspresi.

Publikasi itu kontan menuai protes dari negara-negara Muslim, dan menghidupkan kembali perdebatan sengit di Barat dan dunia Muslim mengenai kepekaan agama dan batas-batas kebebasan berbicara.

Hal ini juga menyebabkan sejumlah ancaman pembunuhan terhadap Vilks, yang sementara pindah ke sebuah lokasi rahasia. Kepada AP, Viks, 63 tahun, sekarang membangun sistem pertahanan sendiri, termasuk sebuah ruangan dan kawat berduri yang bisa menyetrum penyusup. Ia juga memiliki sebuah kapak besar untuk berjaga-jaga. "Jika sesuatu terjadi, saya tahu persis apa yang harus dilakukan," ujar Vilks.

Salah satu yang berniat membunuhnya karena penghinaan kepada Rasulullah Muhammad saw itu adalah Colleen LaRose yang menggunakan nama alias Fatima LaRose, atau juga dikenal sebagai Jihad Jane.

Viks mengatakan bahwa telah mempelajari dari media Amerika tentang LaRose. "Sata lega dia tidak membunuh saya," ujar Vilks, dengan setengah tersenyum.
Nalin Pekgul, seorang Muslim moderat dan anggota oposisi Partai Demokrat Sosial, mengatakan kepada Radio Swedia ancaman terhadap Vilks itu tidak dapat diterima, tetapi ia menegaskan bahwa gambar Viks sangat menyakiti umat Islam.

"Anjing adalah najis. Menggambarkan Nabi Muhammad sebagai anjing seperti mengatakan bahwa Anda najis" kata Pekgul, seorang Kurdi imigran dari Turki. (sa/mwn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang