Lembaga AS Tarik Buku Mewarnai Anak-Anak dari Situsnya

Sabtu, 02/05/2009 11:38 WIB | Arsip | Cetak

Lembaga pemerintahan AS Federal Emergency Management Agency (FEMA) menghapus layanan buku mewarnai untuk anak-anak yang dibuat secara online di situs lembaga itu. Penghapusan itu dilakukan setelah menuai protes dari para orang tua karena buku mewarnai itu dianggap telah memuat gambar-gambar tentang serangan terorisme.

Buku mewarnai yang diproduksi oleh Tim Penanggulangan Krisis Freeborn County itu sebenarnya bertemakan tentang bencana alam mulai dari kebakaran sampai bencana banjir. "Buku mewarnai yang berjudul A Scary Thing Happened dibuat untuk anak-anak untuk membantu mereka mengetahui tentang berbagai jenis bencana. Penggunaan buku itu harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa," kata Rose Olmsted dari Tim Freeborn County Crisis Response pada Albert Lea Tribune.

Tapi yang membuat marah banyak orang, di buku itu ditampilkan gambar dua menara kembar, salah satu menara sudah terbakar dan sebuah pesawat terbang yang sedang mendekati menara yang satunya lagi. Gambar itu tentu saja mengingatkan masyarakat AS akan serangan 11 September 2001 ke menara kembar World Trade Center di New York.

FEMA mengatakan bahwa pihaknya tidak bermaksud untuk menakut-takuti anak-anak tapi ingin memberikan pemahaman tentang beragam bencana yang bisa mereka lihat atau mereka dengar dalam kehidupan sehari-hari. Tapi masyarakat memprotes FEMA yang dianggap tidak sensitif karena membuat gambar yang mengingatkan mereka pada tragedi 11 September yang telah mengguncang rakyat AS.

FEMA adalah lembaga yang bertugas untuk mencegah, merespon, mengambil langkah antisipasi dan langkah pemulihan jika terjadi bencana yang disebabkan oleh alam atau karena kesalahan manusia. Lembaga ini bekerjasama dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dalam melakukan tugasnya. (ln/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang