• Kamis, 22 Ramadhaan 1431/ 2 September 2010
 
 

Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Serbia Terancam Tutup

Pertikaian antara kelompok ulama dan pemerintah menyebabkan krisis finansial di lembaga-lembaga pendidikan Muslim di Serbia. Akibat kekurangan dana, lembaga-lembaga pendidikan Islam di negeri itu terancam tutup.

Mufti dan Ketua Majelis Ulama Serbia, Syaikh Muamer Zukorlic mengatakan, ketegangan antara pemerintah dan ulama dipicu oleh sikap pemerintah Serbia yang berusaha membatasi ekspansi pendidikan yang dilakukan majelis ulama, dengan cara memberlakukan kebijakan yang mempengaruhi sumber pendanaan lembaga tersebut. Padahal undang-undang di Serbia membolehkan penyaluran dana bagi institusi-institusi keagamaan.

"Pemerintah menangguhkan anggaran untuk Majelis Ulama yang selama ini digunakan untuk membiayai operasional dan program-program yang dilakukan Majelis. Pemerintah juga menekan para pengusaha untuk tidak lagi memberikan dana bantuan pada Majelis Ulama," kata Syaikh Zukorlic.

Para pengusaha yang khawatir bisnisnya terancam, memilih untuk menghentikan donasinya. Posisi Majelis Ulama makin sulit karena otoritas Serbia melakukan kampanye hitam lewat media massa agar masyarakat tidak mempercayai lagi lembaga Majelis Ulama di negeri itu.

Syaikh Zukorlic mengatakan, jika lembaga-lembaga pendidikan Muslim banyak yang tutup akan berdampak pada kegiatan dakwah Islam di Serbia. Saat ini, Majelis Ulama Serbia membiayai tujuh sekolah taman kanak-kanak dengan jumlah siswa mencapai 1.000 orang, tuga sekolah menengah dengan jumlah siswa 500 orang serta mengelola satu fakultas studi Islam dan membiayai operasional Universitas Internasional Novi Pazar yang memiliki sekitar 4.000 mahasiswa.

"Kami melakukan ekspansi di bidang pendidikan untuk melestarikan identitas keislaman kami. Tapi krisis finansial memaksa kami untuk menghentikan sejumlah proyek-proyek baru kami," tukas Syaikh Zurkolic.

Salah satu institusi pendidikan yang terancam tutup adalah fakultas studi Islam yang memiliki 300 mahasiswa dan 45 profesor pengajar. Menurut Dekan Fakultas, Almir Pramenkovic, para profesor yang mengajar di fakultas itu sudah berbulan-bulan tidak menerima gaji.

"Krisis keuangan sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu dan makin memburuk beberapa bulan belakangan ini. Para staf fakultas kemungkinan akan di-phk (pemutusan hubungan kerja) jika krisis terus berlanjut," kata Profesor Hajrudin Balic.

Kesulitan keuangan karena minimnya donasi juga dialami sekolah menengah GAZI ISA BEG. Sekolah yang dibangun sejak abad ke-16 dan menjadi sekolah tertua di kawasan Sanjak ini memiliki 328 siswa dan 95 staf. Sekolah ini kini dalam kondisi kembang kempis dan terancam tutup.

"Banyak guru yang belum dibayar gajinya selama berbulan-bulan," kata kepala sekolah, Mustafa Fetic.

Tak ada pilihan lain selain meminta bantuan dari dunia Islam untuk mempertahankan institusi-institusi pendidikan Islam di Serbia. Majelis Ulama sudah meminta komunitas Muslim di luar Serbia untuk memberikan bantuan dana guna mengatasi krisis finansial yang dialami lembaga itu.

Di Serbia, komunitas Muslim yang jumlahnya hanya sekitar 500 ribu orang menjadi warga minoritas. Kebanyakan mereka adalah etnis Bosnia dan Albania. (ln/iol)

Selasa, 09/02/2010 11:16 WIB | email | print | share
 
 
 
 

Dunia Lainnya

Dunia
membuka hati dan pikiran kita
 
   
 
 

PELUANG

 
 
 

Realistiskah Target Konversi Bank BUMN Menjadi Syariah?
Realistiskah target untuk mengkonversi salah satu bank BUMN menjadi bank syariah? Menjaab pertanyaan tersebut A. Riawan Amin selaku Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbi...

BI Dorong UUS Percepat Spin Off
Upaya Bank Indonesia (BI) unttuk mendorong penetrasi pasar perbankan syariah Indonesia  dengan menganjurkan kepada Unit Usaha Syariah (UUS) untuk mempercepat spin off menjadi...

3 BPD Syariah Terbaik 2010 Versi Majalah Investor
Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Pembangunan Daerah (BPD) memperoleh penghargaan sebagai UUS Terbaik 2010 dari Majalah Investor. Ketiga BPD Syariah tersebut adalah UUS BPD Aceh d...

Prof Thoby Mutis : Bank Syariah Lebih Banyak Kembangkan Musyarakah Fund!
Prof Thoby Mutis merupakan sosok yang tak bisa dilepaskan dari Universitas Trisakti. Saat ini Prof Thoby Mutis merupakan Rektor Universitas Swasta Ternama di Indonesia. Dibawa...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Anak Pemarah

Saya wanita bekerja dengan 4 anak yg masih kecil-kecil paling besar kelas lima SD, saya membesarkan anak-anak sendiri tanpa didampingi suami karena suami jauh. Karena saya sendiri kadang-kadang dalam mendidik anak saya terlau emosional.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Pengungsi Sinabung, Logistik Masih Minim

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut beberapa hari ini cenderung menurun. Namun, segala kemungkinan bisa saja terjadi, seperti meletusnya gunung ini Minggu (29/8) dini hari yang di luar prediksi para ahli.