Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Serbia Terancam Tutup
.jpg)
Pertikaian antara kelompok ulama dan pemerintah menyebabkan krisis finansial di lembaga-lembaga pendidikan Muslim di Serbia. Akibat kekurangan dana, lembaga-lembaga pendidikan Islam di negeri itu terancam tutup.
Mufti dan Ketua Majelis Ulama Serbia, Syaikh Muamer Zukorlic mengatakan, ketegangan antara pemerintah dan ulama dipicu oleh sikap pemerintah Serbia yang berusaha membatasi ekspansi pendidikan yang dilakukan majelis ulama, dengan cara memberlakukan kebijakan yang mempengaruhi sumber pendanaan lembaga tersebut. Padahal undang-undang di Serbia membolehkan penyaluran dana bagi institusi-institusi keagamaan.
"Pemerintah menangguhkan anggaran untuk Majelis Ulama yang selama ini digunakan untuk membiayai operasional dan program-program yang dilakukan Majelis. Pemerintah juga menekan para pengusaha untuk tidak lagi memberikan dana bantuan pada Majelis Ulama," kata Syaikh Zukorlic.
Para pengusaha yang khawatir bisnisnya terancam, memilih untuk menghentikan donasinya. Posisi Majelis Ulama makin sulit karena otoritas Serbia melakukan kampanye hitam lewat media massa agar masyarakat tidak mempercayai lagi lembaga Majelis Ulama di negeri itu.
Syaikh Zukorlic mengatakan, jika lembaga-lembaga pendidikan Muslim banyak yang tutup akan berdampak pada kegiatan dakwah Islam di Serbia. Saat ini, Majelis Ulama Serbia membiayai tujuh sekolah taman kanak-kanak dengan jumlah siswa mencapai 1.000 orang, tuga sekolah menengah dengan jumlah siswa 500 orang serta mengelola satu fakultas studi Islam dan membiayai operasional Universitas Internasional Novi Pazar yang memiliki sekitar 4.000 mahasiswa.
"Kami melakukan ekspansi di bidang pendidikan untuk melestarikan identitas keislaman kami. Tapi krisis finansial memaksa kami untuk menghentikan sejumlah proyek-proyek baru kami," tukas Syaikh Zurkolic.
Salah satu institusi pendidikan yang terancam tutup adalah fakultas studi Islam yang memiliki 300 mahasiswa dan 45 profesor pengajar. Menurut Dekan Fakultas, Almir Pramenkovic, para profesor yang mengajar di fakultas itu sudah berbulan-bulan tidak menerima gaji.
"Krisis keuangan sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu dan makin memburuk beberapa bulan belakangan ini. Para staf fakultas kemungkinan akan di-phk (pemutusan hubungan kerja) jika krisis terus berlanjut," kata Profesor Hajrudin Balic.
Kesulitan keuangan karena minimnya donasi juga dialami sekolah menengah GAZI ISA BEG. Sekolah yang dibangun sejak abad ke-16 dan menjadi sekolah tertua di kawasan Sanjak ini memiliki 328 siswa dan 95 staf. Sekolah ini kini dalam kondisi kembang kempis dan terancam tutup.
"Banyak guru yang belum dibayar gajinya selama berbulan-bulan," kata kepala sekolah, Mustafa Fetic.
Tak ada pilihan lain selain meminta bantuan dari dunia Islam untuk mempertahankan institusi-institusi pendidikan Islam di Serbia. Majelis Ulama sudah meminta komunitas Muslim di luar Serbia untuk memberikan bantuan dana guna mengatasi krisis finansial yang dialami lembaga itu.
Di Serbia, komunitas Muslim yang jumlahnya hanya sekitar 500 ribu orang menjadi warga minoritas. Kebanyakan mereka adalah etnis Bosnia dan Albania. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Lagi, Aksi Vandalisme Terhadap Masjid di Perancis
Selasa, 09/02/2010 07:57 WIB - Al-Qaidah Yaman Serukan Melawan Tentara Salib di Manapun Berada
Selasa, 09/02/2010 07:43 WIB - Pakar AS: Pasukan NATO Tidak Akan Bisa Membasmi Taliban
Selasa, 09/02/2010 06:34 WIB - Qardhawi: Kebebasan Harus Didahulukan dari Penerapan Syariat
Selasa, 09/02/2010 06:34 WIB - Turki Proyeksikan Wilayah Timur Bersih dari Senjata Nuklir
Selasa, 09/02/2010 06:29 WIB
Dunia
Terkait
- Mufti Bosnia Serukan 11 Negara Islam untuk Larang Masuknya Pemimpin Serbia
- Israel Tutup 3 Lembaga yang Berafiliasi dengan Hamas di Yerusalem Timur
- Kosovo Masih Bergolak Bentrokan Etnis Tewaskan Satu Warga
- Bosnia Menyepakati Pemerintah Baru
- Dubes Turki Hewan Qurban Untuk Somalia
- Peneliti di Universitas Antwerp Belgia Masih Dikriminasikan Islam
- Al Shabaab Somalia Tutup 16 Lembaga Bantuan Internasional
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta
Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…
Aksi Cepat Tanggap
ACT Bantu Korban Banjir Tangerang
Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




