Libya Hentikan Pemberian Visa Bagi Warga Eropa

Senin, 15/02/2010 10:33 WIB | Arsip | Cetak

Libya pada hari Ahad kemarin (14/2) memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi warga negara Eropa dari semua negara, seperti dilaporkan oleh surat kabar "Uya" melalui situs webnya.

Surat kabar yang dekat dengan Syaiful Islam, putra pemimpin Libya Muammar Gaddafi, tersebut mengutip pernyataan Syaiful Islam bahwa Libya secara resmi menghentikan pemberikan visa bagi warga negara Eropa, dan ia mengatakan bahwa prosedur ini berlaku untuk semua negara yang berhubungan dengan apa yang dikenal sebagao visa "Schengen", yang mencakup mayoritas masyarakat internasional Eropa.

Surat kabar "Uya" mencatat bahwa prosedur ini tidak berlaku bagi warga negara yang berasal dari Inggris.

Sebelumnya Swiss juga telah mengeluarkan keputusan untuk mencegah 180 warga Libya memasuki wilayah mereka, termasuk pemimpin negara itu Muammar Gaddafi beserta keluarganya dan termasuk juga putranya yang di gadang-gadang akan menggantikan posisinya menjadi presiden Libya - Syaiful Islam Gaddafi.

Surat kabar "Uya" menyebutkan bahwa sebelumnya Swiss telah memutuskan untuk mencegah masuknya 180 pejabat Libya ke Swiss, termasuk presiden Libya beserta keluarganya, hal ini terkait krisis politik antara Tripoli dan Bern.

Pada laporannya, situs web surat kabar "Uya" menyatakan bahwa badan otoritas Swiss telah mengeluarkan dekrit yang melarang 180-an pejabat Libya masuk ke wilayah mereka.

Diantara pejabat yang dilarang memasuki Swiss selain presiden Libya Muammar Gaddafi beserta keluarganya, termasuk anggota sekjen kongres rakyat (parlemen) dan anggota komite rakyat umum (kabinet), serta beberapa pejabat Libya dan beberapa ekonom, pimpinan militer dan keamanan. Namun tidak disebutkan kapan mulai berlakunya keputusan Swiss tersebut.

Pejabat Libya menyatakan bahwa keputusan Swiss tersebut hanya akan merugikan mereka, karena dengan adanya keputusan itu, akan menyebabkan gagalnya kesepakatan yang ingin diharapkan, serta mencegah terjadinya hubungan timbal balik di antara kedua negara.

Krisis politik meletus antara Tripoli dan Bern menyusul terjadinya penangkapan terhadap Hanibbal Gaddafi beserta istrinya, putra dari Muammar Gaddafi pada bulan Juli 2008 di Jenewa. Dan hubungan mereka semakin menegang setelah Libya membalas perlakuan Swiss terhadap Hanibbal Gaddafi dengan mengambil tindakan menarik aset-aset Libya dari bank-bank yang ada di Swiss. Sementara itu, Swiss menarik sejumlah perusahaan dan pembatasan yang dikenakan terhadap visa "Schengen" bagi warga Libya.(fq/alqudsalarabi)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang