Libya Terapkan Embargo Total terhadap Swiss

Kamis, 04/03/2010 08:10 WIB | Arsip | Cetak

Libya telah memutuskan untuk memaksakan embargo ekonomi total terhadap Swiss, kata juru bicara pemerintah Muhammad Baayu pada hari Rabu kemarin (3/3), setelah pemimpin Libya Muammar Ghaddafi menyatakan perang suci terhadap Swiss.

"Libya telah memutuskan untuk memberlakukan embargo total semua transaksi ekonomi dan pertukaran komersial dengan Swiss," kata Baayou.

Negara akan mengadopsi alternatif (sumber) untuk medis dan obat-obatan dan peralatan industri yang diimpor dari Swiss, ia menambahkan.

Pengumuman ini datang hanya beberapa jam setelah Libya melakukan protes terhadap pejabat Departemen Luar Negeri Amerika yang mengecam di Ghaddafi setelah ia menyerukan jihad melawan Swiss dalam sebuah hubungan diplomatik yang sedang berlangsung dengan negara itu.

Pada hari Rabu kemarin (3/3), kementerian luar negeri Libya menuntut "penjelasan dan permintaan maaf" atas reaksi yang disampaikan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri Philip Crowley, kata kantor berita resmi Libya JANA.

Ditambahkan bahwa akan ada "dampak negatif pada ekonomi dan hubungan politik antara kedua negara jika tidak ada langkah-langkah yang segera diambil."

Sehari setelah seruan jihad Ghaddafi, Crowley berkata: "Saya melihat bahwa (jihad) Gaddafi dan hanya akan membawa saya kembali ke peristiwa September, salah satu peristiwa yang paling mengesankan dari Majelis Umum PBB yang bisa saya ingat.

Kamis pekan lalu, Ghaddafi menyerukan jihad terhadap Swiss, atas larangan pembangunan menara masjid.

"Ini bertentangan dengan keimanan dan jihad (perang suci) harus dinyatakan dengan segala cara terhadap Swiss," kata Ghaddafi.

"Setiap muslim di seluruh dunia yang berurusan dengan Swiss adalah seorang kafir, melawan Islam, melawan Nabi Muhamad, terhadap Allah, terhadap Al-Quran," katanya kepada kerumunan ribuan dalam pidato disiarkan langsung di televisi.

"Boikot Swiss: boikot barang-barangnya, boikot pesawat terbang mereka, kapal, kantor-kantor kedutaan; boikot harus dilakukan terhadap agresor rumah-rumah Allah," ia menambahkan. (fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang