Mahasiswa Muslim Kembali Jadi Korban Pengeroyokan di London

Kepolisian London baru menggelar penyelidikan terhadap kasus serangan yang menimpa sejumlah mahasiswa Muslim asal Pakistan, padahal peristiwanya terjadi sepekan lalu. Pada Kamis (5/11) malam, sekelompok anak muda kulit putih dan kulit hitam yang jumlahnya sekitar 30 orang, mengeroyok beberapa mahasiswa Muslim di dekat City University, London Tengah.

Genk anak muda itu memukuli mahasiswa-mahasiswa Muslim itu dengan batangan logam, batu bata dan pentungan. Beberapa mahasiswa dan pejalan kaki yang mencoba melerai, bahkan ada yang terkena tusukan benda tajam. Menurut keterangan Federation of Student Islamic Societies, para pelaku pengeroyokan juga mengeluarkan kata-kata bernuansa rasial antara "Hajar orang-orang Muslim itu" dan "Pakis". Pakis adalah sebutan untuk merendahkan para imigran Muslim asal Pakistan.

Laporan situs harian Guardian menyebutkan, beberapa malam terakhir ini terjadi konfrontasi di dekat kampus dan insiden itu menjadi puncak dari konfrontasi tersebut. Sebelumnya, sekelompok anak muda juga mengganggu seorang mahasiswa Muslim yang sedang berjalan menuju ruang salat di kampus. Tidak puas mengganggu, anak-anak muda menyerang, tapi mahasiswa Muslim itu berhasil diselamatkan teman-temannya. Meski demikian, seorang mahasiswa mengalami retak tulang.

Melihat gejala yang mengkhawatirkan itu, organisasi Federation of Student Islamic Societies (FOSIS) meminta pihak universitas untuk memberikan jaminan keamanan pada para mahasiswa Muslim, karena pihak sekolah seolah menutup-tutupi kasus tersebut.

"Kami yakin pelaku serangan ini adalah orang-orang yang sama. Insiden seperti ini pernah terjadi di sejumlah universitas tahun 2008 lalu. Kami sudah melakukan konsultasi dengan aparat kepolisian dan pihak universitas. Kami juga meminta jaminan bahwa langkah pengamanan yang mereka lakukan untuk melindungi para mahasiswa dilakukan secara permanen, bukan cuma sementara," tukas Qasim Rafiq, jubir FOSIS.

Kepolisian Metropolitan London menyatakan, mereka sudah menempatkan petugasnya untuk berpatroli di sekeliling kampus dan untuk mencari siapa pelaku serangan. "Kami menangani masalah ini dengan sangat seirus," kata Detektif Inspektur Polisi Trevor Borley.

Menurutnya, aparat kepolisian sudah menangkap tiga remaja berusia antara 17 sampai 19 tahun terkait kasus pengeroyokan di City University.

Sementara pihak universitas dalam pernyataannya mengatakan, mereka syok dan prihatin atas peristiwa pengeroyokan itu dan sudah meningkatkan patroli keamanan di sekitar kampus dan tempat-tempat salat mahasiswa. Pihak universitas juga mengeluarkan peringatan pada seluruh mahasiswa agar selalu waspada.  Belakangan ini, aksi-aksi anti-Muslim memang sedang marak di Inggris.(ln/guardian)

Kamis, 12/11/2009 14:27 WIB | email | print | share
 

Dunia Lainnya

 
 
Dunia
membuka hati dan pikiran kita
 
   
 
 
 

PELUANG

 
 
 

Agus Setiawan : Treasury Syariah Perlu Komitmen!
Masih kurangnya perhatian perbankan syariah mengenai masalah Treasury (asset and liability management) membuat Agus Setiawan selaku candidate CIBF (Certified Islamic Banking a...

Owner Manet: Bank Syariah Harus Bangun Relationship
Bank syariah rupanya masih dipandang belum sesempurna bank konvensional di kalangan pebisnis. Mereka sudah merasa aman dengan ‘hanya’ menitipkan dana pribadi ke ba...

iB Raih ?The New Wave Currency? Marketeers Award 2010 di IIMS
Perbankan Syariah Bank Indonesia memperoleh  penghargaan sebagai The New Wave Currency oleh MarkPlus, Inc bekerja sama dengan Marketeers pada pameran Indonesia International ...

Bank Muamalat Indonesia Selesai Right Issue, Saatnya Tingkatkan Asset
Right Issue Bank Muamalat Indonesia (BMI) telah selesai dilaksanakan dengan total capaian Rp673 milYar. Komposisi pemegang Saham yang berhasil dilakukan adalah IDB 32%, SETCO ...

 
 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Ibu Mertua (Nenek) Yang Mengatur Pengasuhan Bayi

Saya ingin mengasuh bayi saya sendiri tanpa harus ada campur tangan mertua, terlebih lagi mertua saya terlalu memanjakan bayi saya, keluar areal rumah ndak dikasi, bahkan hanya untuk berkunjung ke tetangga ndak boleh.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Kuliah Perdana UK

Apa itu UK ? United Kingdom ? Bukan ! Di ACT, UK jadi akronim dari Universitas Kerelawanan. UK adalah salah satu program ACT untuk membina dan mengorganisir masyarakat relawan di seluruh Indonesia.

 
 
 
 
Eramuslim Digest Outlet Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login