Mahasiswi Mesir Tolak Pelarangan Cadar di Kampus

Kamis, 08/10/2009 09:08 WIB | Arsip | Cetak

Sekelompok mahasiswi Mesir mengancam akan menggugat menteri pendidikan tinggi dan presiden Universitas Kairo atas larangan mengenakan cadar atau burqa di kampus, seperti diberitakan oleh media lokal Selasa lalu.

Mahasiswi yang mengenakan niqab, telah berusaha untuk bertemu dengan Presiden Universitas Kairo Dr Hossam Kamel selama dua hari untuk memprotes larangan tersebut. Setelah gagal untuk bertemu, mereka mengancam akan menuntut dia dan Menteri Pendidikan Tinggi Dr Hani Helal ke pengadilan, harian independen al-Masry al-Youm melaporkan.

Para mahasiswi tersebut berafiliasi dengan Partai Buruh Islam yang mendukung penuh tuntutan para mahasiswi dan menyelenggarakan rapat umum di depan asrama universitas di mana para mahasiswi menolak aturan pelarangan menggunakan cadar.

Partai Buruh awalnya merupakan partai berhaluan Sosialis namun sekarang berbalik menjadi Islamis, namun telah ditangguhkan keberadaannya sejak tahun 2000 oleh Komite Mesir untuk urusan Partai Politik.

Sikap yang diambil oleh Universitas Kairo untuk melarang para mahasiswinya bercadar ternyata tidak diikuti oleh universitas lain yang ada di ibukota Mesir - mereka tidak berencana untuk melakukan pelarangan mengenakan cadar bagi para mahasiswinya.

Administrasi Universitas Ain Syams bertekad untuk mengakomodasi para mahasiswi yang mengenakan cadar di asrama universitas, kata Wakil Presiden universitas Dr Atef al-Awam.

"Kami tidak punya niat untuk melarang para mahasiswi yang tinggal di asrama universitas untuk tidak menggunakan cadar," katanya kepada media.

Universitas Helwan mengikuti kebijakan yang sama. Presiden Universitas Dr Mahmoud al-Tayeb mengatakan universitas tidak mengadopsi ideologi tertentu sampai mengatur persoalan pakaian yang dikenakan oleh para mahasiswinya.

"Mengenakan niqab adalah masalah kebebasan pribadi," katanya.

Syaikh Mohamed Sayyed Tantawi, Imam besar al-Azhar, universitas terkemuka di dunia Islam Sunni, telah membuat kontroversi pada hari Senin lalu ketika ia melarang murid perempuan di al-Azhar mengenakan cadar.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang